Kameranusantara.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti gelaran Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Pekalongan, Jawa Tengah, yang menjadi perhatian publik karena menampilkan pertunjukan bernuansa mistik dan simbol-simbol yang dinilai menyerupai ritual satanik.
Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis menilai ekspresi seni dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi seharusnya tetap memperhatikan nilai edukasi dan tidak menampilkan unsur yang bertentangan dengan ajaran Islam.
“Karnaval yang sifatnya mendidik tentu boleh, tetapi ketika itu menjadi animisme atau sesuatu yang menakutkan, tentu sangat bertentangan dengan haflah Maulid Nabi,” Kiai Cholil di Jakarta, Senin.
SKNC 2026 yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah talent menggunakan kostum menyerupai iblis, membawa kitab dengan lambang mata satu, obor, serta simbol pentagram terbalik yang kerap dikaitkan dengan aliran satanik. Pertunjukan tersebut juga menampilkan adegan penyembelihan seekor kambing di tengah acara yang kemudian memicu keresahan masyarakat.
Kiai Cholil mengingatkan bahwa penyembelihan hewan dalam sebuah pertunjukan sebaiknya tetap memperhatikan aspek etika dan ketentuan syariat. Ia menilai penyajian adegan penyembelihan secara ekstrem sebagai tontonan horor tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam.
“Itu bukan ajaran Rasulullah,” ujar Kiai Cholil.
Sebagai alternatif, MUI mengimbau masyarakat dan panitia kegiatan Maulid Nabi untuk mengisi momentum tersebut dengan kegiatan yang lebih edukatif dan bernilai keagamaan, seperti pembacaan Al Quran, lantunan shalawat, mauidhoh hasanah, kisah keteladanan Nabi, serta berbagi makanan sebagai bentuk syukur dan sedekah.
Ketua Badan Pengurus DSN MUI tersebut juga berharap penyelenggara kegiatan di berbagai daerah dapat lebih selektif, bijaksana, dan berhati-hati dalam memadukan ekspresi seni budaya dengan kegiatan keagamaan agar tetap selaras dengan nilai-nilai yang ingin disampaikan. (hni)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!