Jakarta,kameranusantara.id - Meraup berkah dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah menjadi optimisme PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) membawa pertumbuhan kinerja keuangan di 2026. Perseroan menilai prospek industri pangan pada tahun 2026 cukup cerah, didorong oleh pertumbuhan populasi serta upaya pemerintah mencapai swasembada pangan.
Melalui program MBG, pemerintah akan menambah pasokan telur hingga 700 ribu ton serta daging ayam sekitar 900 ribu hingga 1,1 juta ton per tahun. Perseroan menilai kondisi tersebut akan berdampak positif terhadap pemulihan kinerja perseroan ke depan. “Dari sisi pendapatan, pada tahun 2026 Perusahaan menargetkan pertumbuhan hingga 2 kali lipat dibanding pendapatan tahun 2025. Dengan strategi efisiensi, Perusahaan juga menargetkan dapat kembali mencatatkan laba bersih,”kata Founder & CEO WMPP, Tumiyono dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.
Pemulihan kinerja WMPP terlihat sejak kuartal III/2025. Sepanjang sembilan bulan pertama 2025, perseroan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp697,62 miliar, melonjak 87,2% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan Rp372,40 miliar pada periode yang sama 2024. Kontributor terbesar pendapatan berasal dari lini bisnis peternakan unggas dengan porsi 72,1%, diikuti pengolahan daging sebesar 22,2%, peternakan sapi 3,6%, serta komoditas pertanian sebesar 2,1%.
Sejumlah segmen mencatatkan pertumbuhan signifikan. Pendapatan dari komoditas karkas ayam mencapai Rp440,37 miliar, melonjak 201,77% YoY dari Rp145,92 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, pendapatan daging sapi dan olahan tumbuh 97,98% YoY menjadi Rp156,45 miliar.
Namun demikian, lonjakan penjualan turut diiringi kenaikan beban pokok penjualan yang membengkak menjadi Rp710,82 miliar dari Rp447,94 miliar pada Januari–September 2024. Alhasil, perseroan masih membukukan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp155,04 miliar, meski telah membaik dibandingkan rugi Rp285,26 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Tumiyono menegaskan bahwa perseroan akan terus menjalankan efisiensi serta meningkatkan utilisasi fasilitas yang ada guna mendorong volume penjualan, khususnya pada bisnis sapi dan unggas.“Selain terus melakukan efisiensi di sejumlah titik, perseroan akan fokus meningkatkan aktivitas operasional dan utilisasi fasilitas existing perseroan yang ditargetkan dapat meningkatkan volume penjualan, terutama pada bisnis cattle dan poultry,” katanya.
Upaya pemulihan kinerja WMPP juga sejalan dengan telah selesainya proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang telah berkekuatan hukum tetap. Dengan status pascahomologasi, perseroan kini berfokus menunaikan kewajiban kepada kreditur sesuai skema dalam perjanjian perdamaian.
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!