Jakarta,Kameranusantara.id - Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyiapkan langkah antisipasi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi terhadap harga bahan pokok penting (bapokting) di wilayahnya.
Langkah itu diambil untuk menjaga stabilitas harga pangan dan keterjangkauan daya beli masyarakat di Jawa Tengah.
“Kita harus mencermati situasi dengan adanya kenaikan harga BBM. Kita harus menyiapkan terkait kebutuhan pokok penting masyarakat,” ucap Gubernur saat ditemui di Jakarta pada Kamis, 11 Juni 2026.
Menurutnya, komoditas pangan menjadi prioritas yang perlu diantisipasi. Pemprov Jateng bersama Bank Indonesia (BI), BUMD, dan stakeholder terkait sudah menyiapkan upaya pemantauan untuk melihat fluktuasi harga bapokting.
“Antisipasi sudah kita siapkan. Koordinasi dengan BI, BUMD, dan stakeholder lain agar melakukan pantauan di lapangan,” ucap Gubernur.
Ia menyampaikan, stabilitas harga bapokting menjadi kunci pengendalian inflasi. Maka dari itu, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jateng bersama TPID dan BUMD kabupaten/kota digandeng untuk memantau harga dan menggelar operasi pasar.
Gubernur juga mewanti-wanti agar tidak ada spekulan atau oknum yang memainkan harga di pasar.
“Kalau ada kenaikan harga bapokting, maka BUMD kita harus mengambil alih. Bagaimana bahan pokok penting, antara ketersediaan barang dan keterjangkauan harga bisa dinikmati masyarakat, sehingga inflasi bisa kita tekan,” tegasnya.
Sebagai informasi, pemerintah telah menetapkan tarif baru BBM nonsubsidi per 10 Juni 2026. Berdasarkan keterangan resmi dari Pertamina Patra Niaga, harga Pertamax (RON 92) kini menjadi Rp16.250/liter dari sebelumnya Rp12.300/liter. Sementara harga Pertamax Green 95 (RON 95) naik menjadi Rp17.000/liter dari Rp12.900/liter.
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!