Keluarga Jadi Garda Terdepan: BNPT Tekankan Bahaya Infiltrasi Paham Radikal

Keluarga Jadi Garda Terdepan: BNPT Tekankan Bahaya Infiltrasi Paham Radikal

Jakarta, Kameranusantara.id - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengeluarkan imbauan kuat kepada orang tua dan seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat ketahanan keluarga dalam menghadapi ancaman infiltrasi ajaran organisasi radikal yang kini semakin canggih dalam menyusup ke kehidupan sehari-hari. Peringatan ini disampaikan menyusul meningkatnya aktivitas propaganda digital yang menyasar kelompok rentan, terutama remaja dan anak muda.

Direktur Deradikalisasi  BNPT menegaskan bahwa keluarga merupakan benteng pertama dan paling vital dalam mencegah penyebaran paham radikal di tengah masyarakat. Ia menyebut bahwa kelompok-kelompok radikal kini mulai mengubah pola pendekatan, tidak lagi melalui pertemuan tertutup semata, tetapi juga melalui konten digital, diskusi daring, dan jaringan sosial yang bersifat tertutup. “Kita harus membangun keluarga yang kuat, kritis, dan melek informasi. Para orang tua harus lebih aktif memantau pergaulan, lingkungan belajar, serta aktivitas digital anak-anaknya,” ujar Direktur Deradikalisasi  BNPT dalam keterangan resminya.

Menurut data pemantauan lapangan, propaganda radikal banyak memanfaatkan isu-isu yang berpotensi menimbulkan keresahan, seperti ketidakadilan sosial, perbedaan agama, dan polemik politik. Kelompok radikal kerap membungkus narasinya dengan pesan religius atau moral, sehingga tidak sedikit masyarakat yang tidak menyadari bahwa mereka sedang dipengaruhi ideologi yang berpotensi merusak tatanan bangsa.

BNPT juga mengingatkan bahwa ajaran radikal bukan hanya berbentuk ajakan kekerasan, tetapi dapat dimulai dari sikap intoleransi, penolakan terhadap keberagaman, hingga narasi yang merendahkan pemerintah dan sistem negara. Tanda-tanda ini biasanya muncul secara halus dalam percakapan, unggahan, atau perubahan perilaku seseorang.

Dalam upaya memperkuat ketahanan masyarakat, BNPT menegaskan pentingnya membangun komunikasi hangat antara orang tua dan anak. Interaksi yang terarah, keterbukaan berdiskusi mengenai isu-isu sosial, serta pembiasaan berpikir kritis dinilai mampu menjadi perisai awal bagi keluarga. Selain itu, tokoh agama dan tokoh masyarakat juga diminta untuk berperan aktif memberikan pemahaman yang moderat dan menenangkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh ajaran yang memecah belah.

Program pencegahan radikalisme berbasis keluarga, sekolah, dan lingkungan juga terus diperluas. BNPT bekerja sama dengan lembaga pendidikan dan komunitas lokal dalam memberikan pembekalan mengenai literasi digital, penyaringan informasi, dan pengenalan ciri-ciri ajakan radikal. Langkah ini dilakukan agar masyarakat memiliki kemampuan untuk mengenali tanda bahaya sedini mungkin.

Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi, BNPT menegaskan bahwa pengawasan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Peran masyarakat, khususnya orang tua, dinilai sangat penting untuk memastikan lingkungan keluarga tetap aman dari pengaruh negatif. “Pencegahan adalah tugas kita bersama. Dengan kewaspadaan kolektif, kita bisa memastikan bahwa generasi muda tumbuh dengan nilai kebangsaan yang kuat, cinta tanah air, dan memiliki karakter inklusif,” lanjut Kepala BNPT.

Masyarakat juga diimbau untuk melaporkan setiap aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengarah pada penyebaran ideologi radikal, baik di dunia nyata maupun di platform digital. Saluran pelaporan telah disiapkan oleh BNPT dan aparat keamanan untuk memastikan penanganan cepat dan tepat.

Melalui imbauan ini, BNPT berharap keluarga Indonesia semakin sadar dan siap menghadapi ancaman ideologi radikal. Penguatan nilai kebersamaan, toleransi, serta pemahaman agama yang moderat diharapkan mampu menjadi fondasi utama dalam menjaga keutuhan NKRI dari upaya-upaya yang ingin memecah-belah bangsa.

Olahraga

Konflik Global Memanas, FIFA Tetap Targetkan Piala Dunia 2026 Diikuti Semua Negara

Konflik Global Memanas, FIFA Tetap Targetkan Piala Dunia 2026 Diikuti Semua Negara

Jakarta, Kamerranusantara.id- Meski dinamika geopolitik global tengah memanas, badan sepak bola dunia FIFA menegaskan keinginannya agar Iran tetap

Advertisement