Kemenkes Pastikan Belum Ada Kasus Virus Nipah di Indonesia

Kemenkes Pastikan Belum Ada Kasus Virus Nipah di Indonesia

Jakarta,Kameranusantara.id - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) kembali menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan kasus konfirmasi penyakit virus Nipah di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya kewaspadaan global akibat lonjakan kasus virus Nipah yang dilaporkan di India.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, menyatakan bahwa berdasarkan pemantauan situasi global dan laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), per tanggal 23 Januari 2026, tercatat dua kasus konfirmasi dan tiga kasus suspek virus Nipah di negara bagian West Bengal, India. Hingga kini, belum ada laporan kematian terkait kasus tersebut di India.

“Hingga saat ini belum dilaporkan adanya kasus konfirmasi penyakit virus Nipah di Indonesia,” ujar Widyawati dalam keterangan resmi yang dibagikan pada Selasa, 27 Januari 2026.

Upaya Pencegahan dan Pemantauan

Meskipun Indonesia masih terbebas dari kasus virus Nipah, Kemenkes terus menggalakkan berbagai upaya pencegahan dan pemantauan guna mengantisipasi potensi penularan. Langkah-langkah tersebut meliputi:

  • Pemantauan Situasi Global: Kemenkes secara aktif memantau perkembangan situasi kejadian penyakit virus Nipah di India dan negara-negara lain melalui kanal resmi maupun media monitoring.
  • Notifikasi dan Peringatan Dini: Notifikasi terkini atau disease alert terkait kejadian virus Nipah di India diterbitkan melalui kanal https://infeksiemerging.kemkes.go.id.
  • Pengawasan Perlintasan: Pengawasan terhadap orang, barang, dan alat angkut yang masuk ke Indonesia dari negara atau daerah yang melaporkan adanya kasus penyakit virus Nipah ditingkatkan.
  • Pelaporan Pelaku Perjalanan: Setiap pelaku perjalanan yang kembali ke Indonesia dari luar negeri diwajibkan melapor melalui aplikasi All Indonesia. Hal ini bertujuan untuk menjaring pelaku perjalanan yang mengalami gejala dan berasal dari negara terjangkit, untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
  • Peningkatan Deteksi Dini: Pemantauan dan deteksi dini kasus dilakukan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) serta surveilans sentinel penyakit infeksi emerging di Rumah Sakit.

Selain itu, Kemenkes juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan. Imbauan tersebut meliputi tidak mengonsumsi buah yang memiliki bekas gigitan kelelawar, serta mencuci dan mengupas buah secara menyeluruh sebelum dikonsumsi.

Masyarakat juga disarankan untuk menghindari kontak dengan hewan yang terinfeksi dan memperkuat imunitas tubuh dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti cuci tangan pakai sabun, mengonsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, dan rajin beraktivitas fisik.

Tentang Virus Nipah

Virus Nipah (NiV) adalah jenis virus zoonosis yang berarti penyakit ini dapat menular dari hewan ke manusia. Virus ini berasal dari famili Paramyxoviridae, genus Henipavirus. Di alam liar, inang alami dari virus ini adalah kelelawar buah dari famili Pteropodidae.

Sejarah penemuan virus ini bermula pada tahun 1998-1999 ketika terjadi wabah di Malaysia dan Singapura yang menyerang peternak babi dan warga. Sejak saat itu, infeksi virus Nipah telah dilaporkan di beberapa negara Asia seperti India, Bangladesh, dan Filipina.

Virus Nipah memiliki tingkat kematian yang relatif tinggi, berkisar antara 40 hingga 75 persen. Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi atau cairan tubuhnya, serta melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, seperti buah-buahan atau jus kurma mentah yang terpapar air liur atau urine kelelawar. Penularan antarmanusia juga dimungkinkan melalui kontak erat dengan cairan tubuh penderita.

Gejala awal infeksi virus Nipah dapat menyerupai flu biasa, meliputi demam, sakit kepala, batuk, nyeri otot, dan sulit bernapas. Pada kasus yang lebih parah, infeksi dapat menyebabkan radang otak (ensefalitis), yang ditandai dengan kantuk berat, kebingungan, kejang, hingga koma. Hingga saat ini, belum ada vaksin maupun pengobatan spesifik untuk virus Nipah; penanganan berfokus pada terapi suportif untuk meredakan gejala.

Olahraga

Konflik Global Memanas, FIFA Tetap Targetkan Piala Dunia 2026 Diikuti Semua Negara

Konflik Global Memanas, FIFA Tetap Targetkan Piala Dunia 2026 Diikuti Semua Negara

Jakarta, Kamerranusantara.id- Meski dinamika geopolitik global tengah memanas, badan sepak bola dunia FIFA menegaskan keinginannya agar Iran tetap

Advertisement