Komunitas Pilot Kutuk Penembakan Egon dan Baskoro, Minta Evaluasi Keamanan Bandara Korowai

Komunitas Pilot Kutuk Penembakan Egon dan Baskoro, Minta Evaluasi Keamanan Bandara Korowai

Jakarta, kameranusantarid - Duka mendalam menyelimuti dunia penerbangan nasional setelah dua pilot pesawat perintis milik Smart Air, Egon Erawan dan Baskoro Adi Anggoro, tewas ditembak saat mendarat di Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026).

Insiden tersebut memicu kecaman keras dari kalangan penerbang. Ikatan Pilot Indonesia (IPI) menilai serangan terhadap pesawat sipil sebagai tindakan biadab yang melanggar hukum nasional maupun aturan penerbangan internasional.

Ketua Umum IPI, Muammar Reza Nugraha, menyebut penembakan itu sebagai aksi tidak manusiawi yang mencederai rasa aman para pilot sipil. Menurutnya, serangan terhadap penerbangan sipil bertentangan dengan Undang-Undang Penerbangan Nomor 1 Tahun 2009 serta ketentuan keselamatan penerbangan global.

IPI mendesak pemerintah dan otoritas terkait untuk menghentikan sementara operasional Bandara Korowai Batu hingga jaminan keamanan benar-benar dipastikan. Langkah tersebut dinilai penting guna mencegah risiko serupa terulang.

Direktur Teknis General Aviation IPI, Willy Resoeboen, mengungkapkan bahwa selama ini tidak ada protokol keamanan tambahan bagi pilot sipil yang mendarat di bandara perintis. Bandara yang dikelola pemerintah umumnya dianggap aman, padahal di sejumlah wilayah konflik risiko gangguan keamanan tetap ada.

Ia menambahkan, Bandara Korowai Batu sebelumnya tidak dikategorikan berisiko tinggi karena melayani penerbangan rutin setiap hari. Namun peristiwa ini menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan.

Senada, Wakil Ketua IPI Fauzi Ramadan Diansyah menegaskan para pilot sipil hanya menjalankan tugas pelayanan transportasi bagi masyarakat di daerah terpencil. Mereka, kata dia, tidak seharusnya menghadapi ancaman kekerasan bersenjata.

Kritik juga datang dari pilot senior Daniel Putut yang menyoroti minimnya fasilitas navigasi dan keamanan di sejumlah bandara perintis Papua. Ia menilai ketiadaan menara pengawas dan sistem pemantauan memadai membuat pilot tidak memiliki gambaran utuh soal situasi keamanan di sekitar landasan sebelum mendarat.

Komunitas pilot berharap tragedi ini menjadi momentum pembenahan sistem keamanan penerbangan di wilayah rawan, agar keselamatan awak dan penumpang benar-benar menjadi prioritas utama. (kls)

Olahraga

Konflik Global Memanas, FIFA Tetap Targetkan Piala Dunia 2026 Diikuti Semua Negara

Konflik Global Memanas, FIFA Tetap Targetkan Piala Dunia 2026 Diikuti Semua Negara

Jakarta, Kamerranusantara.id- Meski dinamika geopolitik global tengah memanas, badan sepak bola dunia FIFA menegaskan keinginannya agar Iran tetap

Advertisement