Kameranusantar.id - Presiden Prabowo Subianto telah kembali ke Tanah Air setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan kerja ke Rusia. Lawatan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk membuka peluang lebih luas dalam memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dengan Rusia dan kawasan Eurasia.
Pesawat yang membawa Prabowo beserta rombongan tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.
Sebelumnya, Prabowo menghadiri undangan Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai tamu kehormatan utama dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo melakukan pertemuan bilateral dengan Putin yang menyebut Indonesia sebagai salah satu mitra kunci Rusia di kawasan Asia Pasifik.
Selain pertemuan bilateral, Prabowo juga menyampaikan pidato dalam forum EEF yang mempertemukan pemimpin pemerintahan, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan ekonomi.
Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti peluang penguatan kerja sama Indonesia dan Rusia, khususnya di bidang perdagangan, investasi, dan konektivitas. Ia menilai jarak geografis tidak seharusnya menjadi hambatan bagi kedua negara untuk memperluas hubungan ekonomi.
“Samudra Pasifik tidak memisahkan kita. Samudra Pasifik menghubungkan kita. Ia bukanlah tembok di antara kita. Ia harus menjadi jalan raya antara dua perekonomian kita,” ujar Prabowo dalam keterangan resminya, Jumat (4/9/2026).
Kunjungan tersebut menunjukkan upaya pemerintah memperluas kemitraan strategis Indonesia, termasuk dengan Rusia. Komitmen yang dibangun di tingkat bilateral selanjutnya diharapkan dapat diterjemahkan ke dalam kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi perdagangan, investasi, dan konektivitas kedua negara.
Setibanya di Halim, Prabowo disambut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Dalam lawatan tersebut, Prabowo didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (*)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!