PENAJAM, kameranusantara.id – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Penajam Paser Utara menuai sorotan saat memasuki bulan Ramadan. Sejumlah orang tua siswa mempertanyakan kesesuaian menu yang dibagikan dengan nilai anggaran yang disebut mencapai Rp15 ribu per porsi.
Kritik muncul setelah para wali murid menerima dokumentasi paket makanan yang diberikan kepada siswa. Dalam foto yang beredar, menu terlihat hanya berupa susu kotak dan roti, sehingga dinilai terlalu sederhana dibandingkan nilai anggaran yang beredar di masyarakat.
“Kalau memang nilainya Rp15 ribu per porsi, tentu kami berharap menunya lebih layak dan tidak terlalu jauh berbeda,” ujar salah seorang orang tua siswa, Rabu (25/2/2026).
Para orang tua menilai persoalan utama bukan sekadar jenis makanan yang diberikan, melainkan soal transparansi dan kesesuaian perencanaan program. Mereka memahami bahwa pola konsumsi anak-anak selama Ramadan berbeda karena menjalani puasa, namun tetap berharap menu disusun dengan memperhatikan keseimbangan gizi.
Sebagian wali murid bahkan mengusulkan agar skema MBG selama Ramadan ditinjau ulang. Mereka menilai pemerintah dapat mempertimbangkan opsi lain yang lebih fleksibel sesuai kebutuhan siswa selama bulan puasa.
“Kalau pola seperti ini dirasa kurang tepat, mungkin bisa dievaluasi. Anak-anak sedang puasa, jadi kebutuhannya juga berbeda,” kata salah satu wali murid.
Selain itu, para orang tua menilai komunikasi antara penyelenggara program dan wali murid masih belum optimal. Informasi mengenai standar gizi, komposisi menu, hingga perhitungan anggaran dinilai belum disampaikan secara terbuka.
Karena itu, mereka berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait segera memberikan klarifikasi resmi agar polemik tidak berkembang menjadi spekulasi di masyarakat.
“Kami hanya ingin penjelasan yang jelas agar para orang tua memahami bagaimana sebenarnya perhitungan anggaran dan kebutuhan gizinya,” ujar wali murid lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara program terkait evaluasi menu MBG selama Ramadan di wilayah tersebut. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!