NasDem Dorong Penguatan Perlindungan Pasukan TNI di Lebanon

NasDem Dorong Penguatan Perlindungan Pasukan TNI di Lebanon

Jakarta, Kameranusantara.id - Insiden serangan di Lebanon Selatan yang menewaskan Praka Farizal Rhomadhon, prajurit terbaik bangsa dari Satgas Kontingen Garuda XXIII-S, menimbulkan duka mendalam. Praka Farizal gugur saat menjalankan misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) sebagai pasukan penjaga perdamaian dunia. Peristiwa tragis ini terjadi pada Senin, 30 Maret 2026, dan memicu seruan untuk peningkatan standar keamanan bagi prajurit yang bertugas di zona konflik.

Menyikapi tragedi tersebut, Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi NasDem, Amelia Anggraini, menyampaikan dukacita mendalam. Ia menegaskan bahwa negara memiliki kewajiban untuk memberikan penghormatan tertinggi kepada almarhum. Selain itu, pemenuhan seluruh hak keluarga yang ditinggalkan juga harus dipastikan, baik dalam bentuk santunan, jaminan sosial, maupun pendampingan berkelanjutan.

Pengorbanan yang telah diberikan Praka Farizal Rhomadhon merupakan bukti nyata dari komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia. Komitmen ini selaras dengan amanat konstitusi. Hal tersebut disampaikan oleh Amelia dalam keterangan tertulis yang diterima oleh Metrotvnews.com pada 30 Maret 2026.


Amelia Anggraini juga mendorong pemerintah dan institusi TNI untuk memperkuat sistem perlindungan pasukan atau force protection. Fokus penguatan ini, menurutnya, sangat krusial, terutama di wilayah misi yang memiliki tingkat eskalasi konflik yang tinggi. Keamanan personel TNI yang bertugas di daerah konflik dalam misi PBB harus dijamin secara ketat dan menyeluruh.

Lebih lanjut, Amelia menilai bahwa peristiwa ini harus dijadikan momentum penting. Momentum tersebut adalah untuk memperkuat diplomasi pertahanan Indonesia di forum internasional. Diplomasi yang kuat diperlukan untuk menjamin keselamatan pasukan penjaga perdamaian, khususnya di wilayah-wilayah konflik seperti Lebanon.

Kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian dunia harus terus berlanjut. Namun, hal ini wajib diiringi dengan peningkatan standar keamanan dan kesiapan. Amelia menekankan pentingnya adaptasi terhadap dinamika ancaman. Kesiapan alutsista (alat utama sistem senjata) serta dukungan intelijen yang lebih mumpuni menjadi faktor kunci dalam menjaga keselamatan personel.


Selain gugurnya Praka Farizal, insiden serangan di Lebanon Selatan juga menyebabkan tiga prajurit TNI lainnya mengalami luka-luka. Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, sedangkan Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan menderita luka ringan. Dua prajurit dengan luka ringan telah mendapatkan perawatan di Hospital Level I UNIFIL.

Sementara itu, satu prajurit yang mengalami luka berat telah dievakuasi menggunakan helikopter. Ia dibawa ke Rumah Sakit St. George di Beirut untuk penanganan medis lanjutan. Prajurit yang gugur kini disemayamkan di East Sector Headquarters (HQ). Proses administrasi pemulangan jenazah ke Indonesia sedang diselesaikan dengan bantuan penuh dari pihak KBRI Beirut.

Olahraga

Konflik Global Memanas, FIFA Tetap Targetkan Piala Dunia 2026 Diikuti Semua Negara

Konflik Global Memanas, FIFA Tetap Targetkan Piala Dunia 2026 Diikuti Semua Negara

Jakarta, Kamerranusantara.id- Meski dinamika geopolitik global tengah memanas, badan sepak bola dunia FIFA menegaskan keinginannya agar Iran tetap

Advertisement