JakartaPengamat politik Citra Institute, Yusak Farchan, menilai pelaksanaan retret kabinet menjadi langkah strategis untuk memperkuat soliditas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, kegiatan tersebut idealnya tidak bersifat seremonial atau sekali jalan, melainkan dilakukan secara berkala sebagai bagian dari manajemen pemerintahan modern.
Yusak menyebut retret kabinet berperan penting dalam menyamakan visi, misi, serta arah kebijakan antar kementerian. Selain itu, forum tersebut dapat dimanfaatkan sebagai ruang evaluasi kinerja para menteri secara terbuka dan menyeluruh.
Ia menyoroti masih adanya persoalan koordinasi di internal kabinet setelah satu tahun pemerintahan berjalan. Sejumlah menteri dinilai belum sepenuhnya sejalan dengan arah kepemimpinan presiden. “Masih terlihat menteri-menteri yang bekerja sendiri-sendiri, bahkan saling menyalahkan, sehingga belum terbentuk irama kerja yang solid dengan presiden,” kata Yusak, Selasa (6/1/2026).
Yusak juga mengungkapkan adanya indikasi sebagian menteri kurang percaya diri saat berhadapan langsung dengan presiden. Kondisi ini, menurutnya, mencerminkan lemahnya penguasaan isu strategis dan kesiapan mempertanggungjawabkan kinerja.
Ia menilai situasi tersebut berpotensi menghambat efektivitas pemerintahan jika tidak segera dibenahi. Karena itu, retret kabinet dipandang penting untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional dan berorientasi pada kepentingan publik. “Retret kabinet bisa menjadi instrumen untuk membangun manajemen pemerintahan yang solid, profesional, dan fokus pada kepentingan rakyat,” ujarnya.
Lebih jauh, Yusak mendorong Presiden Prabowo bersikap tegas dan proaktif dalam mengevaluasi kinerja para menteri. Evaluasi, kata dia, sebaiknya dilakukan secara rutin tanpa harus menunggu tekanan publik atau isu yang ramai di media sosial.
Menurutnya, presiden memiliki kewenangan penuh untuk memberikan peringatan hingga melakukan perombakan kabinet apabila ada menteri yang dinilai tidak mampu memenuhi target kinerja. “Kalau kinerjanya tidak optimal, wajar diberi peringatan. Jika tetap tidak menunjukkan perbaikan, pergantian menteri adalah langkah yang sah dalam pemerintahan,” pungkas Yusak. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!