Jakarta, Kameranusantara - Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik petrokimia milik Lotte Chemical Indonesia di Cilegon, Banten, Kamis pagi. Proyek ini digadang sebagai fasilitas petrokimia terbesar di Asia Tenggara, sekaligus tonggak penting dalam strategi hilirisasi industri nasional.
Pabrik tersebut dibangun di atas lahan seluas lebih dari 100 hektare dan memiliki kapasitas produksi yang sangat besar. Dalam peresmian, Prabowo menekankan bahwa investasi ini bukan hanya soal keuntungan finansial, melainkan bagian dari upaya memperkuat kemandirian industri Indonesia dan mengurangi ketergantungan impor bahan baku petrokimia.
“Investasi asing seperti ini memberikan manfaat bersama. Mereka bawa modal, dan kita jaga kepercayaannya agar terus berkembang di tanah air,” ujar Prabowo di hadapan sejumlah menteri, termasuk Menteri Koordinator Perekonomian dan Menteri ESDM.
Nilai investasi proyek LCI diperkirakan mencapai sekitar USD 3,9 miliar atau sekitar Rp 62,4 triliun. Proyek ini juga tercatat sebagai pabrik naphtha cracker pertama di Indonesia dalam 30 tahun terakhir. Produk-produk utama yang akan dihasilkan meliputi ethylene, propylene, polypropylene, serta butadiene.
Pendirian pabrik ini sejalan dengan visi “Asta Cita” pemerintahan Prabowo, yaitu memperkuat rantai nilai industri domestik dan membuka lapangan kerja baru. Selain itu, fasilitas ini juga diharapkan bisa menyerap tenaga kerja lokal dan mendorong ekspor bahan kimia hilir.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengimbau semua pihak untuk menjaga iklim investasi dan keamanan operasional pabrik. Ia meminta agar pemerintah daerah dan instansi terkait menciptakan suasana kondusif sehingga investasi asing dapat tumbuh dan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Langkah ini dianggap sebagai salah satu terbesar dalam perkembangan industri petrokimia di Indonesia, dan bisa menjadi katalis bagi pembentukan ekosistem industri kimia yang lebih maju dan berdaya saing tinggi.
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!