Jakarta,Kameranusantara.id - Negara tidak hanya membutuhkan kebijakan yang tepat dalam menghadapi masa-masa sulit, melainkan juga figur yang mampu menjembatani berbagai kepentingan demi menjaga stabilitas nasional.
Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, mengomentari peran strategis Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, yang dinilai selalu hadir sebagai penengah di tengah berbagai dinamika bangsa.
Respons Humanis terhadap Aksi Mahasiswa
Baru-baru ini, Kompleks Parlemen kembali didatangi massa aksi mahasiswa yang membawa sejumlah tuntutan penting, terkait persoalan ekonomi dan program prioritas pemerintah.
Namun, ada hal menarik dari aksi penyampaian aspirasi tersebut yang membedakannya dari respons konfrontatif pada umumnya.
"Mahasiswa tidak dibiarkan berteriak dari balik pagar. Mereka diterima langsung oleh pimpinan DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI, Prof. Sufmi Dasco Ahmad," ujar Bahtra Banong, melalui keterangannya, Minggu (21/6/2026).
Aspirasi dan tuntutan mahasiswa tersebut langsung didengarkan dan dicatat untuk kemudian dikomunikasikan dengan pihak terkait.
Kepemimpinan Dasco juga terbukti efektif dalam mencairkan kebuntuan komunikasi politik dengan kelompok-kelompok yang dikenal kritis terhadap pemerintah.
Bahkan, tokoh intelektual sekelas Rocky Gerung yang sering kali melayangkan kritik tajam ke kekuasaan memiliki pandangan tersendiri terhadap sosoknya.
"Bahkan Rocky Gerung, seorang intelektual yang dikenal sangat kritis terhadap kekuasaan, pernah menyebut Dasco sebagai kawan politik," kata Bahtra Banong.
Atasi Tekanan Ekonomi dan Gejolak Rupiah
Selain piawai dalam komunikasi politik, peran strategis Dasco juga terlihat nyata saat Indonesia menghadapi tekanan ekonomi yang cukup berat pada Juni 2026.
Baca Juga: Dasco Janji DPR Bakal Perkuat Komunikasi dengan Mahasiswa
Ketika nilai tukar rupiah sempat melemah dan IHSG tertekan, ia langsung mengambil inisiatif melakukan konsolidasi nasional lintas lembaga secara maraton.
"Pada 6 Juni, ia mempertemukan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa; Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo; Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi; dan pimpinan Komisi XI DPR RI untuk menyelaraskan kebijakan fiskal dan moneter," jelas Bahtra Banong.
Koordinasi tersebut berlanjut pada 8 Juni bersama Kementerian ESDM, Danantara, serta Kementerian Hukum guna membahas hilirisasi dan tata kelola sumber daya alam.
Tidak berhenti di sana, langkah penguatan sektor keuangan kembali dipimpin Dasco pada 9 Juni bersama jajaran bank-bank Himbara.
"Selanjutnya pada 9 Juni, ia kembali memimpin koordinasi bersama Danantara dan pimpinan bank-bank Himbara guna memperkuat sektor keuangan dan menjaga kepercayaan investor," kata Bahtra Banong.
Rangkaian langkah taktis dan komunikasi intensif antarlembaga tersebut langsung memberikan sentimen positif bagi kondisi perekonomian nasional. Pasar merespons baik hadirnya kepastian dan koordinasi yang kuat dalam pengelolaan negara, yang ditunjukkan dengan penguatan indikator ekonomi makro.
"Pada 12 Juni 2026, rupiah menguat menjadi Rp17.921 per dolar AS, sementara IHSG rebound dan ditutup pada level 6.007,66 atau menguat sekitar 7,38 persen dalam sepekan," ujar Bahtra Banong.
Mengawal Program Prioritas Presiden
Di sisi lain, DPR juga terus memastikan fungsi representasi dan pengawasan berjalan optimal, terutama terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Pengawalan ketat dilakukan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, hingga program ketahanan pangan.
"Pengawalan tersebut dilakukan bukan untuk menghambat program pemerintah, melainkan memastikan seluruh program berjalan secara transparan, akuntabel, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi rakyat," jelas Bahtra Banong.
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!