Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Kalimantan Selatan, Presiden Prabowo Tinjau Perpustakaan dan Dorong L

Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Kalimantan Selatan, Presiden Prabowo Tinjau Perpustakaan dan Dorong L

Jakarta,Kameranusantara.id - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. 

Program pendidikan ini menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) hingga Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara, sebagai bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan nasional.

Peresmian dilakukan dalam kunjungan kerja Presiden ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga meninjau langsung perpustakaan sekolah yang menjadi pusat penguatan literasi siswa.

Seluruh perpustakaan di Sekolah Rakyat merupakan hasil kolaborasi dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas). Dukungan ini diwujudkan melalui penyediaan ribuan koleksi buku cetak serta fasilitas Anjungan Baca Digital (ABD) yang memungkinkan siswa mengakses bahan bacaan secara daring.

“Mereka bisa akses ya, lewat online buku digital dapat dibaca,” ujar Presiden Prabowo saat meninjau fasilitas perpustakaan.

Langkah ini dinilai strategis dalam membangun budaya literasi sejak dini, khususnya bagi siswa dari keluarga prasejahtera yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses terhadap buku dan sumber belajar.

Presiden Prabowo turut mengapresiasi capaian membanggakan siswa Sekolah Rakyat. Meski baru berjalan sekitar enam bulan, sejumlah siswa telah menunjukkan prestasi di bidang akademik, termasuk menjuarai olimpiade dan menghasilkan karya tulis yang tampil di tingkat nasional.

“Saya kagum, baru enam bulan sudah ada yang juara olimpiade. Saya terharu dan bangga,” ungkap Presiden.

Menurutnya, hal tersebut membuktikan bahwa kesempatan dan fasilitas yang tepat mampu membuka potensi besar anak-anak Indonesia, tanpa memandang latar belakang sosial dan ekonomi.

Dalam pidatonya, Presiden menegaskan kembali tujuan bernegara sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, yakni menghadirkan kesejahteraan dan melindungi seluruh rakyat dari ancaman kemiskinan, kelaparan, penyakit, serta penderitaan.

“Kita bernegara untuk memperbaiki kehidupan seluruh rakyat Indonesia. Itu tujuan kita merdeka,” tegasnya.

Presiden juga memberikan pesan penuh motivasi kepada para siswa agar tidak merasa rendah diri dengan kondisi keluarga.

“Jangan kau kecil hati, jangan malu orang tuamu hanya buruh atau petani miskin. Mereka mulia, bekerja keras dengan cara halal untuk masa depanmu,” pesannya.

Ke depan, pemerintah menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat hingga tahun 2029, dengan kapasitas 1.000 siswa per sekolah. Jika terealisasi, program ini akan menjangkau hingga 500 ribu siswa dari keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa Sekolah Rakyat menjadi salah satu instrumen penting dalam agenda besar pemerintah untuk menghapus kemiskinan ekstrem.

“Cita-cita saya di akhir masa jabatan 2029, kemiskinan ekstrem bisa kita hilangkan dari Indonesia,” ujarnya.

Olahraga

Konflik Global Memanas, FIFA Tetap Targetkan Piala Dunia 2026 Diikuti Semua Negara

Konflik Global Memanas, FIFA Tetap Targetkan Piala Dunia 2026 Diikuti Semua Negara

Jakarta, Kamerranusantara.id- Meski dinamika geopolitik global tengah memanas, badan sepak bola dunia FIFA menegaskan keinginannya agar Iran tetap

Advertisement