TNI AL Gagalkan Penyelundupan 25 Ton Timah Ilegal di Selat Bangka

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 25 Ton Timah Ilegal di Selat Bangka

Jakarta, kameranusantara.id - TNI Angkatan Laut kembali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan bijih timah ilegal di Perairan Timur Selat Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (14/1/2026). Aksi ilegal tersebut diperkirakan bernilai ekonomi hingga Rp12,5 miliar. Pengungkapan kasus ini berawal dari kecurigaan prajurit KRI Todak-631 yang tengah melaksanakan Operasi Bantuan Kendali Operasi (BKO) Guskamla I. Sebuah kapal nelayan terdeteksi melakukan aktivitas mencurigakan di jalur perairan rawan penyelundupan.

TNI AL kemudian menggelar patroli laut terpadu dengan melibatkan unsur KRI Todak-631, Satlap Tri Cakti (Halilintar), dua unit Rigid Buoyancy Boat (RBB), serta personel Satgas Sintelal. Operasi ini turut didukung sinergi lintas instansi bersama Bea Cukai Pangkalpinang dan Binda Pangkalpinang.

Dalam pemeriksaan, petugas mengamankan satu kapal nelayan beserta empat anak buah kapal (ABK). Dari dalam kapal ditemukan muatan bijih timah ilegal sekitar 25 ton atau setara 500 kampil. Timah tersebut diduga kuat akan diselundupkan ke luar negeri, khususnya ke Malaysia. Seluruh barang bukti dan para ABK langsung diamankan untuk proses penyelidikan dan penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) menegaskan, TNI AL berkomitmen penuh menjaga keamanan laut dan melindungi sumber daya alam nasional dari praktik ilegal. Patroli dan pengawasan akan terus diperkuat, terutama di wilayah perairan yang rawan pelanggaran. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kehadiran TNI AL dalam menegakkan hukum di laut serta menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari berbagai ancaman ekonomi ilegal. (kls)

Olahraga

Konflik Global Memanas, FIFA Tetap Targetkan Piala Dunia 2026 Diikuti Semua Negara

Konflik Global Memanas, FIFA Tetap Targetkan Piala Dunia 2026 Diikuti Semua Negara

Jakarta, Kamerranusantara.id- Meski dinamika geopolitik global tengah memanas, badan sepak bola dunia FIFA menegaskan keinginannya agar Iran tetap

Advertisement