JAKARTA, kameranusantar.id – Tim gabungan TNI mengevakuasi 21 warga sipil di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, menyusul gangguan keamanan yang melibatkan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Langkah ini diambil setelah insiden tembak-menembak pada 22 Maret 2026 di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, yang menewaskan dua prajurit TNI AL dan melukai satu lainnya. Peristiwa tersebut memicu kepanikan warga hingga memilih mengungsi.
Operasi Gabungan Tiga Matra
Menanggapi situasi, Pangdam XVIII/Kasuari J. Daniel P. Manalu memerintahkan pembentukan Tim Evakuasi Cepat yang melibatkan unsur TNI AD, TNI AL, dan TNI AU.
Operasi didukung kendaraan lapis baja, helikopter, serta kapal patroli untuk menjangkau wilayah terpencil. Proses evakuasi dimulai sehari setelah tim tiba di lokasi.
Warga yang sempat mengungsi dikumpulkan di titik aman, lalu menjalani pemeriksaan kesehatan awal oleh tenaga medis militer. Bantuan logistik seperti makanan, air bersih, dan perlengkapan dasar juga disalurkan.
Dipindahkan ke Sorong
Setelah proses verifikasi, seluruh warga dipindahkan ke Kota Sorong untuk mendapatkan penanganan lanjutan di fasilitas kesehatan TNI. Mereka juga ditempatkan sementara di penginapan militer.
Di sisi lain, aparat turut mengamankan sejumlah titik rawan dan menemukan jejak senjata serta amunisi yang diduga terkait dengan kelompok bersenjata.
Apresiasi dan Komitmen Keamanan
Pemerintah daerah mengapresiasi respons cepat aparat dalam menyelamatkan warga. Karel Murafer menilai langkah tersebut penting untuk menjaga keselamatan masyarakat di tengah situasi yang tidak menentu.
TNI menegaskan akan terus meningkatkan patroli dan koordinasi dengan aparat kepolisian serta pemerintah daerah guna memastikan stabilitas keamanan di wilayah tersebut. Operasi ini menjadi bagian dari upaya perlindungan warga sipil sekaligus menjaga situasi tetap kondusif di Papua Barat Daya. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!