Jakarta - Kelompok separatis bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB–OPM) kembali mengklaim serangkaian aksi penyerangan terhadap personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta pembakaran sejumlah fasilitas umum di wilayah Papua Pegunungan dan Papua Barat Daya.
Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom menyatakan bahwa kelompoknya bertanggung jawab penuh atas sejumlah aksi penembakan dan pembakaran yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, termasuk tewasnya beberapa prajurit TNI di medan tugas.
“Kami bertanggung jawab atas semua penembakan terhadap anggota-anggota militer Indonesia itu,” kata Sebby melalui pesan singkat, dikutip melalui republika, Selasa (14/10/2025).
Menurut Sebby, tindakan tersebut merupakan bentuk respons terhadap operasi militer yang tengah dilakukan aparat di berbagai wilayah Papua. Ia juga menyebut bahwa salah satu anggota TNI yang menjadi sasaran adalah penembak runduk (sniper).
“Sniper TNI tewas diterjang peluru pasukan Laskar Kristus TPNPB,” ujarnya.
Pembakaran di Yahukimo dan Pegunungan Bintang
Lebih lanjut, Sebby menjelaskan bahwa pada hari yang sama, TPNPB Kodap XVI Yahukimo di bawah komando Elkius Kobak dan Kopitua Heluka melakukan pembakaran sejumlah kios di kawasan Pasar Lama Yahukimo, Papua Pegunungan.
Ia mengklaim kios-kios tersebut dijadikan tempat aktivitas mata-mata dan informan aparat keamanan.
“Markas pusat TPNPB mengimbau seluruh warga imigran Indonesia yang berada di wilayah konflik bersenjata di Yahukimo agar segera kembali ke Jakarta, karena pasukan TPNPB telah mendeteksi banyak Banpol dan Komcad yang sedang mendirikan kios-kios untuk mencari tahu keberadaan pasukan kami,” ujar Sebby.
Selain itu, kelompok bersenjata juga disebut membakar gedung SMP Negeri Kiwirok di Desa Sopamikma, Kabupaten Pegunungan Bintang, pada Senin (13/10/2025). Sekolah tersebut sudah dua kali menjadi sasaran pembakaran oleh kelompok bersenjata di wilayah tersebut.
Dua Prajurit TNI Gugur di Teluk Bintuni dan Kiwirok
Dalam pernyataan yang sama, Sebby menyebut TPNPB juga melancarkan penyerangan terhadap pasukan TNI di Distrik Moskona Utara Jauh, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat Daya, pada Sabtu (11/10/2025).
Aksi itu diklaim dilakukan oleh TPNPB Kodap IV Sorong Raya di bawah pimpinan Mafred Fatem dan Ruftis Bernabas Muuk. “TPNPB melaporkan telah melakukan penyerangan dan mengeksekusi satu aparat militer Indonesia, serta menembak tiga orang aparat militer lainnya hingga kritis,” kata Sebby.
Satu prajurit yang gugur adalah Praka Amin Nurohman, personel Yonif 403/Wirasada Pratista yang tergabung dalam Satgas Pamtas Kewilayahan Yonif 410/Alugoro. Kelompok bersenjata itu juga mengklaim telah merampas satu pucuk senjata laras panjang milik aparat.
Sementara itu, di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, OPM juga mengaku bertanggung jawab atas penembakan yang menewaskan seorang perwira TNI.
“Kami bertanggung jawab atas penembakan satu orang aparat militer Indonesia hingga tewas atas nama Letda Fauzy A,” kata Sebby. Letda Fauzy Ahmad Sulkarnain diketahui merupakan anggota Yonif 753/Arga Vira Tama (AVT) yang tengah bertugas di perbatasan RI–PNG.
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!