Jakarta,Kameranusantara.id - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) berhasil menggagalkan upaya perekrutan organisasi berpaham radikal terhadap 112 anak melalui platform permainan daring gim Roblox.
Kepala BNPT, Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono, mengungkapkan para pelaku terorisme menggunakan modus digital grooming dengan memanfaatkan fitur percakapan (chat) untuk mendekati target.
Proses itu dilakukan secara bertahap untuk membangun ikatan emosional dengan korban yang mayoritas masih di bawah umur.
Adapun Digital grooming merupakan tindakan manipulasi yang dilakukan oleh orang dewasa secara daring (online) untuk membangun kedekatan emosional dan kepercayaan dengan anak-anak. "Beberapa waktu lalu kami sudah melakukan pencegahan terhadap proses rekrutmen terhadap 112 anak melalui media Roblox ini," ujar Eddy dalam konferensi pers di kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Eddy Hartono menegaskan, pelaku biasanya membangun empati saat bermain gim bersama sebelum akhirnya mengarahkan anak-anak tersebut ke aplikasi pesan singkat yang lebih tertutup. "Setelah digital grooming dilakukan dan mereka satu grup merasa satu nasib atau satu hobi, baru nanti diundang keluar di platform yang lain seperti WhatsApp atau Telegram. Di sana mereka akan diberi doktrin-doktrin soal paham terorisme," katanya.
Sebelummya, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menyatakan Roblox telah resmi mematuhi Peraturan Pemerinah Nomor 17 Tahun 2025 mengenai Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak. Salah satu langkah konkretnya adalah penerapan verifikasi usia yang ketat bagi pengguna. "Platform Roblox telah menghilangkan fitur komunikasi dengan orang tidak dikenal untuk anak dengan usia kurang dari 16 tahun dan 13 tahun," kata Meutya Hafid usai bertemu dengan perwakilan Roblox di Kantor Kemkomdigi.
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!