Jakarta, kameranusantara.id - Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, meminta
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bersikap tegas
menentang tindakan Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela. Ia menilai langkah
AS tersebut merupakan tindakan sepihak yang melanggar kedaulatan negara lain.
Hasanuddin menegaskan, sikap Indonesia sudah jelas sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945, yakni mendukung kemerdekaan setiap bangsa dan menolak segala bentuk pelanggaran kedaulatan. “Landasan politik luar negeri Indonesia sangat tegas, menentang penjajahan dan tindakan sewenang-wenang terhadap negara lain,” ujar Hasanuddin di Jakarta, Minggu (4/1/2026).
Ia mendorong Indonesia untuk berperan aktif melalui perwakilan tetap di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) guna menyikapi tindakan AS tersebut lewat jalur hukum internasional dan mekanisme resmi PBB. Menurut Hasanuddin, langkah ini penting untuk menjaga wibawa PBB sebagai lembaga internasional dalam menyelesaikan konflik global secara adil dan beradab. Ia menyebut sikap tersebut selaras dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang dianut Indonesia.
Selain aspek politik, Hasanuddin juga mengingatkan potensi dampak ekonomi global. Venezuela diketahui memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, sehingga penangkapan Presiden Venezuela berisiko memicu gejolak geopolitik dan kenaikan harga minyak dunia. “Pemerintah perlu mengantisipasi dampak ekonomi, terutama kemungkinan lonjakan harga minyak, agar tidak mengganggu stabilitas APBN dan perekonomian nasional,” ujarnya.
Ia menilai peristiwa di Venezuela juga menjadi pelajaran penting bagi Indonesia, khususnya terkait ketahanan nasional dan dukungan politik publik. Hasanuddin menyoroti mudahnya pasukan asing melakukan penangkapan terhadap kepala negara di ibu kotanya sendiri. “Ini menunjukkan lemahnya dukungan politik dalam negeri dan kesiapsiagaan pertahanan negara,” katanya.
Karena itu, ia menekankan pentingnya memperkuat kepercayaan publik, soliditas nasional, serta kesiapan pertahanan. Menurutnya, kedaulatan negara tidak hanya dijaga oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh legitimasi politik yang kuat di mata rakyat.
Sebelumnya, Presiden AS
Donald Trump mengklaim negaranya telah melancarkan serangan militer ke
Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro. Trump menyebut Maduro dan
istrinya telah diterbangkan keluar dari Venezuela usai operasi militer
tersebut.
(kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!