Kameranusantara – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memperkuat komitmen dosen terhadap nilai keislaman, ideologi, dan budaya organisasi melalui kegiatan Baitul Arqam Dosen Tetap Nonstruktural 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang memiliki integritas, profesionalisme, serta pemahaman yang kuat terhadap identitas Muhammadiyah.
Kegiatan yang berlangsung di Prime UMY Hotel Convention & Dormitory, Yogyakarta, pada Senin (12/10/2026), menghadirkan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, sebagai salah satu narasumber.
Dalam pemaparannya, Haedar menegaskan bahwa kemajuan Muhammadiyah harus dibangun di atas tiga fondasi utama, yaitu pemahaman agama, ideologi, dan sistem organisasi. Ketiganya menjadi dasar untuk menjaga kesinambungan gerakan sekaligus memastikan Muhammadiyah tetap mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Menurut Haedar, Muhammadiyah tidak cukup hanya memiliki struktur organisasi yang kuat. Seluruh unsur di dalamnya juga perlu memahami nilai dan arah perjuangan agar setiap kegiatan yang dilaksanakan tetap sejalan dengan tujuan persyarikatan.
Pesan tersebut memiliki relevansi khusus bagi dosen di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah. Sebagai tenaga pendidik, dosen tidak hanya bertanggung jawab dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pelaksanaan pendidikan, tetapi juga memiliki peran dalam membentuk karakter mahasiswa serta menciptakan lingkungan akademik yang produktif.
Penguatan ideologi dan budaya organisasi diharapkan mampu membangun keselarasan antara kompetensi profesional dengan nilai-nilai yang menjadi dasar penyelenggaraan pendidikan Muhammadiyah.
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat, perguruan tinggi juga dituntut untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Kemampuan beradaptasi perlu berjalan beriringan dengan konsistensi terhadap nilai dasar organisasi.
Baitul Arqam menjadi salah satu sarana untuk memperkuat pemahaman tersebut melalui pembinaan, dialog, dan refleksi bersama. Melalui kegiatan ini, para dosen diharapkan dapat memperdalam pemahaman mengenai identitas Muhammadiyah dan menerapkannya dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Selain itu, budaya organisasi yang kuat dapat mendukung terciptanya lingkungan kerja yang mengedepankan tanggung jawab, kolaborasi, kedisiplinan, dan orientasi pada kemaslahatan masyarakat.
Penguatan komitmen dosen juga berpotensi memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas pendidikan dan kaderisasi. Sivitas akademika yang memahami arah perjuangan organisasi diharapkan dapat berkontribusi lebih optimal dalam melahirkan generasi yang berpengetahuan, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial.
Dengan demikian, Baitul Arqam tidak hanya menjadi kegiatan pembinaan internal, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keberlanjutan gerakan Muhammadiyah melalui pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas.
Melalui penguatan nilai, ideologi, dan budaya organisasi, UMY diharapkan terus meningkatkan perannya sebagai lembaga pendidikan yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi umat, bangsa, dan masyarakat luas.
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!