BNPB Ungkap Progres Pembangunan Hunian Korban Banjir di Aceh Tamiang, Usulan Huntara Terbanyak

BNPB Ungkap Progres Pembangunan Hunian Korban Banjir di Aceh Tamiang, Usulan Huntara Terbanyak

ACEH TAMIANG, Kameranusantara — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan progres terbaru terkait pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Dari seluruh usulan yang masuk untuk hunian darurat dan semi-permanen, Aceh Tamiang menjadi daerah dengan usulan huntara terbanyak, mencerminkan tingginya kebutuhan rumah sementara akibat kerusakan parah yang dialami warga pascabanjir.

Menurut laporan dari tim penanganan bencana, proses pembangunan huntara di Aceh Tamiang telah memasuki tahap awal pendirian sejumlah unit di titik-titik strategis dekat permukiman warga terdampak. Sejumlah lahan sudah dipersiapkan dan diperkuat dengan material dasar, termasuk pembangunan fasilitas sanitasi dan akses air bersih, agar rumah sementara yang dibangun memenuhi standar minimum hunian layak.

Hingga saat ini, ribuan usulan huntara telah masuk dari berbagai desa dan kecamatan di Aceh Tamiang. Warga mengajukan permintaan hunian sementara bukan hanya karena rumah mereka rusak berat, tetapi juga karena banyak bagian rumah yang tidak layak huni lagi akibat terendam air dan material banjir. Dengan tingginya usulan, BNPB bersama pemerintah daerah dan TNI/Polri menyiapkan rencana prioritas untuk pembangunan unit hunian secara cepat dan terkoordinasi.

Pihak BNPB juga menjelaskan bahwa pembangunan hunian sementara ini akan dilaksanakan secara bertahap. Fase pertama fokus pada wilayah yang paling parah terdampak dan masyarakat yang saat ini masih tinggal di tenda sementara, balai desa, atau rumah kerabat. Selanjutnya, sesuai progres pembangunan, hunian sementara akan diperluas ke luar zona inti terdampak.

Selain hunian sementara, pemerintah bersama relawan juga tengah menyiapkan rencana pembangunan hunian tetap bagi keluarga yang kehilangan rumah secara total. Rencana tersebut dirancang untuk fase pemulihan jangka menengah hingga panjang, dengan memperhatikan aspek tata ruang dan mitigasi bencana agar hunian baru lebih aman terhadap potensi bencana di masa depan.

Wakil BNPB yang memimpin penanganan di lapangan menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan dalam proses ini, termasuk dalam penyediaan masukan lokasi dan desain hunian sementara agar sesuai dengan kebutuhan lokal. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan warga menjadi kunci dalam percepatan pemulihan pascabanjir Aceh Tamiang.

Olahraga

Konflik Global Memanas, FIFA Tetap Targetkan Piala Dunia 2026 Diikuti Semua Negara

Konflik Global Memanas, FIFA Tetap Targetkan Piala Dunia 2026 Diikuti Semua Negara

Jakarta, Kamerranusantara.id- Meski dinamika geopolitik global tengah memanas, badan sepak bola dunia FIFA menegaskan keinginannya agar Iran tetap

Advertisement