Jakarta, Kameranusantara.id - Kalangan buruh di Indonesia menyampaikan respons positif terhadap sinyal keterbukaan pemerintah, khususnya dari Prabowo Subianto, yang dinilai siap menerima berbagai masukan demi peningkatan kesejahteraan pekerja.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Jumhur Hidayat, dalam konferensi pers di kawasan Gandaria Selatan, Jakarta Selatan, Selasa (29/4/2025).
Menurut Jumhur, aspirasi buruh tidak hanya berkutat pada persoalan ketenagakerjaan di lingkungan industri, tetapi juga mencakup isu yang lebih luas seperti pengembangan sektor industri nasional serta peningkatan daya beli petani yang berdampak pada permintaan produk hasil kerja buruh.
"Gelagat ini bagus,” kata Jumhar saat menyampaikan kepada tvrinews.com di Gandaria Selatan, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa, 29 April 2025.
Sebagai bentuk apresiasi sekaligus momentum menyampaikan aspirasi secara langsung, puluhan federasi dan konfederasi buruh yang mewakili lebih dari 90 persen pekerja di Indonesia mengundang Presiden untuk hadir dan memberikan pidato dalam peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei mendatang.
"Ini adalah momen bersejarah karena terakhir kali seorang presiden berpidato di hadapan buruh pada peringatan 1 Mei adalah 60 tahun lalu, yaitu Bung Karno pada tahun 1965," ungkap Jumhur.
Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya telah menerima konfirmasi kehadiran Presiden dalam acara yang diperkirakan akan dihadiri ratusan ribu buruh tersebut.
Lebih jauh, Jumhur menjelaskan bahwa pertemuan ini menjadi ruang dialog untuk menyelaraskan harapan buruh dengan agenda pemerintah. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka dalam mendorong solusi konkret atas berbagai tuntutan pekerja.
Salah satu isu utama yang akan disampaikan adalah penyempurnaan regulasi dalam Undang-Undang Cipta Kerja yang selama ini memicu kontroversi.
"Presiden dan DPR telah membuka diri untuk diskusi lebih lanjut secara lebih jernih. Intinya adil bagi semua, bukan hanya untuk buruh saja," tegas Jumhur.
Selain itu, buruh juga akan mengangkat isu lain seperti perlindungan pekerja transportasi daring, ratifikasi Konvensi ILO C188 untuk sektor perikanan, serta regulasi perlindungan pekerja rumah tangga.
Menanggapi kemungkinan perubahan dalam Undang-Undang Cipta Kerja, Jumhur menilai pasal-pasal yang dianggap bermasalah berpeluang untuk diperbaiki agar lebih berkeadilan bagi seluruh pihak. Ia juga menyoroti pentingnya pelibatan buruh dalam proses penyusunan kebijakan ke depan.
Terkait mobilisasi massa pada peringatan 1 Mei, Jumhur optimistis kegiatan tersebut akan berlangsung damai dan penuh semangat kebersamaan.
"Kita menghadirinya dengan suka cita karena negara, yang direpresentasikan oleh presiden dan DPR, telah membuka diri terhadap ide-ide pembaruan regulasi perburuhan yang selama ini tertutup," pungkasnya.
Ia menambahkan bahwa keterbukaan pemerintah ini menjadi angin segar bagi buruh, meskipun perjuangan untuk memperbaiki sistem ketenagakerjaan akan terus berlanjut. (*)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!