Jayapura, kameranusantara.id — Komnas HAM Perwakilan Papua menegaskan pentingnya dialog kemanusiaan sebagai jalan utama dalam menyelesaikan konflik di Tanah Papua secara berkelanjutan.
Kepala perwakilan, Frits Ramandey, menyatakan seluruh pihak, baik pemerintah maupun aktor lain yang memiliki kewenangan, perlu duduk bersama membangun kesepahaman demi mewujudkan Papua yang damai dan bermartabat.
Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Ia mengingatkan bahwa kekerasan bukan solusi, justru berpotensi memperpanjang konflik dan memperburuk penderitaan warga.
“Tidak ada penyelesaian konflik melalui kekerasan. Yang dibutuhkan adalah komitmen bersama untuk melindungi masyarakat,” ujarnya.
Ramandey menjelaskan, kondisi Papua yang majemuk menuntut pengelolaan konflik secara konstruktif. Pendekatan yang terbuka, adaptif, dan melibatkan partisipasi publik dinilai lebih efektif dibanding cara-cara represif.
Ia juga menekankan pentingnya kehadiran negara dalam merespons berbagai aspirasi masyarakat. Namun, penyampaian pendapat tetap harus menghormati hak asasi orang lain.
“Dalam konteks HAM, kebebasan berekspresi tidak boleh mengorbankan hak pihak lain,” katanya.
Komnas HAM berharap dialog kemanusiaan dapat menjadi ruang bersama untuk meredakan ketegangan sekaligus mencari solusi yang adil dan berkelanjutan bagi Papua. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!