Jakarta, kameranusantara.id - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menilai keputusan Presiden Prabowo Subianto bergabung dalam Board of Peace (BoP) merupakan langkah strategis untuk memperluas akses bantuan kemanusiaan ke Gaza, Palestina.
Menurut pria yang akrab disapa Cak Imin itu, keterlibatan Indonesia dalam berbagai forum diplomasi internasional bertujuan membuka lebih banyak jalur distribusi bantuan bagi warga Gaza yang hingga kini masih menghadapi berbagai kendala dalam penerimaan bantuan.
Ia menjelaskan bahwa selama ini bantuan kemanusiaan yang dikirim ke Gaza sering kali tidak sepenuhnya sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Langkah diplomasi global yang dilakukan Presiden adalah upaya memaksimalkan peran Indonesia. Bantuan untuk Gaza kerap terhambat atau terpotong di tengah jalan, sehingga perlu dicari berbagai pintu agar bantuan tersebut bisa benar-benar sampai kepada masyarakat,” ujar Cak Imin saat ditemui di kawasan Gelora Bung Karno.
Cak Imin menambahkan, selama ini pengiriman bantuan sering kali hanya mengandalkan metode penyaluran melalui udara. Cara tersebut dinilai belum cukup efektif karena keterbatasan akses distribusi setelah bantuan dijatuhkan.
Karena itu, pemerintah berupaya mencari mekanisme lain agar bantuan dapat masuk secara lebih leluasa dan menjangkau masyarakat Gaza secara langsung.
Ia menyebutkan bahwa berbagai langkah diplomasi tengah ditempuh pemerintah, baik melalui kerja sama bilateral, forum multilateral, maupun partisipasi dalam organisasi internasional seperti BoP. Kunjungan Presiden ke sejumlah negara juga menjadi bagian dari upaya membuka jalur bantuan yang lebih luas.
Cak Imin bahkan mengungkapkan adanya indikasi bahwa sebagian besar bantuan yang dikirim tidak sampai kepada penerima. Berdasarkan informasi yang diterimanya, jumlah bantuan yang benar-benar sampai diperkirakan kurang dari 30 persen dari total bantuan yang dikirim.
Selain misi kemanusiaan, Cak Imin menegaskan bahwa kebijakan diplomasi pemerintah tetap mengutamakan kepentingan nasional Indonesia. Stabilitas ekonomi dan kelangsungan industri dalam negeri menjadi pertimbangan penting dalam setiap langkah diplomasi yang diambil.
“Kepentingan nasional tetap nomor satu. Kita juga harus memastikan industri dalam negeri berjalan dan hubungan perdagangan, termasuk ekspor ke Amerika, tetap terjaga,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan publik agar tidak memperdebatkan secara berlebihan langkah-langkah diplomasi strategis pemerintah. Menurutnya, tidak semua detail kebijakan dapat disampaikan secara terbuka karena berkaitan dengan strategi diplomasi negara.
Cak Imin menegaskan bahwa seluruh langkah tersebut pada akhirnya diarahkan untuk memastikan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat Gaza sekaligus menjaga kepentingan nasional Indonesia. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!