Lamongan, kameranusantara.id - Distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) ke
sekolah-sekolah yang terdampak banjir luapan Bengawan Jero di Kabupaten
Lamongan, Jawa Timur, dipastikan tetap berlangsung dengan aman. Meski sejumlah
akses jalan terendam banjir, Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Desa Tiwet
menyesuaikan pola distribusi agar layanan tidak terhenti.
Asisten Laboratorium SPPG Tiwet, Agung, mengatakan
pengiriman MBG ke beberapa desa harus dilakukan menggunakan perahu karena
kendaraan operasional tidak lagi bisa melintas akibat tingginya genangan air. “Awalnya
pengiriman masih bisa menggunakan mobil. Namun saat perjalanan kembali,
ketinggian air meningkat sehingga kami beralih memakai perahu,” ujar Agung,
Selasa.
Ia menjelaskan, ratusan wadah makanan atau ompreng
dipindahkan secara manual dari mobil ke perahu, kemudian diangkut menembus
genangan air sejauh sekitar 500 meter dengan kedalaman mencapai 80 sentimeter.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan makanan tetap bersih dan aman
hingga diterima siswa. “Jumlah yang didistribusikan sekitar 120 ikat atau
kurang lebih 300 ompreng,” tambahnya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah
(BPBD) Kabupaten Lamongan mencatat banjir Bengawan Jero hingga awal Januari
2026 telah melanda lima kecamatan. Sebanyak 2.105 rumah terendam, berdampak
pada 2.330 kepala keluarga atau sekitar 8.334 jiwa.
Banjir juga merusak ribuan hektare sawah dan tambak,
menggenangi puluhan fasilitas pendidikan, serta merendam sejumlah ruas jalan.
Total kerugian akibat bencana tersebut diperkirakan mencapai Rp5,42 miliar.
Pelaksana tugas Kepala BPBD Lamongan, Mochamad Na’im,
menyampaikan pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk
memastikan aktivitas belajar dan pemenuhan gizi siswa tetap berjalan. “Kami
menyesuaikan penanganan di lapangan, termasuk penyediaan perahu di titik-titik
terdampak, agar layanan pendidikan dan distribusi MBG tidak terhenti,” ujarnya.
(kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!