Kameranusantara – Upaya menjaga keterjangkauan harga pangan menjadi perhatian Komisi IV DPR RI di tengah tantangan ekonomi global dan perubahan iklim. Ketersediaan stok yang memadai perlu disertai distribusi yang lancar agar masyarakat di berbagai daerah dapat memperoleh beras sebagai kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menekankan pentingnya menjaga stabilitas stok dan distribusi pangan saat menghadiri kegiatan syukuran capaian pengadaan beras Perum Bulog Maluku dan Maluku Utara di Ambon, Jumat (9/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bulog dilaporkan mencapai pengadaan 4 juta ton setara beras. Capaian ini mendapat apresiasi dari Komisi IV DPR RI karena mendukung upaya menjaga ketahanan pangan nasional.
Siti berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi landasan untuk memperkuat pengelolaan cadangan pangan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, ketersediaan beras tidak cukup hanya dipastikan melalui pengadaan, tetapi juga harus didukung sistem penyimpanan dan penyaluran yang efektif.
Sebagai bagian dari pengawasan, Komisi IV DPR RI meninjau gudang Bulog Nusaniwe di Ambon untuk memeriksa stok dan kualitas beras. Hasil peninjauan yang disampaikan dalam pemberitaan menunjukkan bahwa persediaan dinilai mencukupi dan kualitas beras dalam kondisi baik. Tidak ditemukan beras yang telah disimpan lebih dari enam bulan dalam stok yang diperiksa.
Kondisi tersebut menjadi indikator penting dalam pengelolaan cadangan pangan, mengingat mutu beras perlu dijaga agar tetap layak ketika disalurkan kepada masyarakat.
Siti juga mendorong penguatan kerja sama antara Bulog, petani, dan lembaga terkait. Kemitraan yang berjalan baik diharapkan dapat mendukung proses pengadaan hasil pertanian sekaligus memperkuat rantai pasok pangan dari produsen hingga konsumen.
Bagi daerah kepulauan seperti Maluku, kelancaran distribusi memiliki arti penting karena kondisi geografis dapat menjadi tantangan tersendiri dalam penyaluran barang kebutuhan pokok. Oleh sebab itu, perencanaan distribusi yang sesuai kebutuhan wilayah perlu menjadi perhatian agar pasokan tidak terkonsentrasi di satu lokasi saja.
Selain itu, pemantauan harga dan ketersediaan pangan di pasar perlu dilakukan secara berkelanjutan. Langkah ini dapat membantu mengidentifikasi potensi gangguan pasokan lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat.
Ketahanan pangan yang kuat membutuhkan koordinasi antara pemerintah, Bulog, petani, pelaku distribusi, dan masyarakat. Dengan stok yang terjaga, kualitas beras yang baik, serta penyaluran yang tepat waktu, upaya melindungi daya beli masyarakat dapat berjalan lebih efektif.
Ke depan, capaian pengadaan Bulog diharapkan tidak hanya memperkuat cadangan pangan nasional, tetapi juga memberikan manfaat nyata melalui ketersediaan beras yang stabil dan terjangkau bagi masyarakat di Maluku dan wilayah Indonesia lainnya.
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!