Kameranusantara – Penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu perhatian Rumah Sakit Islam (RSI) PKU Muhammadiyah Palangka Raya, Kalimantan Tengah, melalui penyelenggaraan Baitul Arqam 2026. Kegiatan ini diarahkan untuk membangun kader yang memiliki pemahaman ideologi kuat, berintegritas, serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam pelayanan kesehatan.
Mengusung tema “Fondasi Menguatkan Ideologi dan Kaderisasi”, kegiatan yang berlangsung pada 9–10 Oktober 2026 di Aula Syafi’i Ma’arif tersebut diikuti 32 peserta. Pelaksanaannya menjadi bagian dari upaya memperkuat peran amal usaha Muhammadiyah sebagai ruang pengabdian, pembinaan kader, dan pelayanan kepada masyarakat.
Direktur Keuangan dan Kemuhammadiyahan RSI PKU Muhammadiyah Palangka Raya, Drs. Mulyono, M.Pd., menyampaikan bahwa pembinaan melalui Baitul Arqam penting untuk menumbuhkan kembali semangat berorganisasi dan pengabdian di lingkungan Muhammadiyah.
Ia menekankan bahwa bekerja di amal usaha Muhammadiyah, khususnya rumah sakit, harus dilandasi semangat positif dalam memberikan pelayanan. Profesionalisme perlu berjalan seiring dengan keikhlasan, tanggung jawab, dan komitmen terhadap nilai-nilai Islam.
Pandangan tersebut menempatkan pelayanan kesehatan bukan semata-mata sebagai kegiatan operasional institusi, melainkan juga sebagai bentuk pengabdian yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Tengah, Prof. Dr. H. Ahmad Syar’i, M.Pd., yang membuka kegiatan tersebut, turut menyoroti pentingnya kaderisasi untuk menjaga keberlanjutan gerakan Muhammadiyah.
Menurutnya, kaderisasi merupakan unsur penting dalam memastikan nilai, visi, dan misi organisasi terus diwariskan kepada generasi berikutnya. Proses ini dapat berlangsung melalui keluarga, organisasi otonom, maupun amal usaha Muhammadiyah, termasuk institusi pelayanan kesehatan.
Ahmad Syar’i juga menjelaskan bahwa kaderisasi di lingkungan amal usaha perlu diwujudkan melalui internalisasi nilai dakwah dalam pekerjaan profesional dan pelayanan publik. Dengan pendekatan tersebut, kader diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman ideologis, tetapi juga mampu menunjukkan kualitas kerja dan keteladanan.
Dalam konteks rumah sakit, penerapan nilai-nilai tersebut dapat tercermin melalui pelayanan yang bertanggung jawab, sikap yang humanis, serta kesungguhan dalam memenuhi kebutuhan pasien dan masyarakat.
RSI PKU Muhammadiyah Palangka Raya diharapkan terus mengembangkan pembinaan kader secara berkelanjutan agar nilai Kemuhammadiyahan tidak berhenti pada kegiatan formal, tetapi menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari.
Melalui penguatan sumber daya manusia yang profesional dan berlandaskan nilai Islami, rumah sakit diharapkan mampu menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memperluas kontribusi amal usaha Muhammadiyah dalam bidang kesehatan dan dakwah sosial.(*)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!