Kameranusantara— Penguatan organisasi kewilayahan TNI terus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan menjaga keamanan dan kedaulatan Indonesia yang memiliki wilayah geografis sangat luas.
Presiden Prabowo Subianto pada Senin (5/10/2026) meresmikan 204 satuan baru TNI dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan PRIMA Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta. Dari jumlah tersebut, enam di antaranya merupakan Kodam baru di sejumlah wilayah Indonesia.
Penambahan Kodam tersebut dinilai penting untuk memperpendek rentang kendali organisasi TNI AD. Dengan struktur komando yang lebih dekat dengan wilayah tugas, koordinasi diharapkan dapat berlangsung lebih cepat dan respons terhadap perkembangan situasi dapat dilakukan secara optimal.
Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan bahwa karakter geografis Indonesia menjadi salah satu pertimbangan dalam penataan organisasi kewilayahan TNI AD.
Indonesia memiliki wilayah daratan yang luas serta wilayah kepulauan dengan kondisi geografis dan karakter masyarakat yang beragam. Karena itu, diperlukan organisasi kewilayahan yang kuat dan mampu menyesuaikan kebutuhan masing-masing daerah.
Selain mendukung tugas pengamanan, keberadaan Kodam baru juga diharapkan memperkuat kemampuan TNI dalam membantu masyarakat ketika menghadapi bencana.
Hal tersebut menjadi salah satu fungsi penting dari keberadaan organisasi kewilayahan. Kedekatan satuan TNI dengan masyarakat diharapkan dapat mempercepat mobilisasi bantuan apabila terjadi bencana alam maupun keadaan darurat lainnya.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto sebelumnya juga menjelaskan bahwa penambahan Kodam dan satuan baru diarahkan untuk memperkuat kekuatan kewilayahan hingga titik-titik terjauh Indonesia. Hal tersebut berkaitan dengan upaya menjaga keutuhan wilayah dan kedaulatan negara.
Enam Kodam baru yang diresmikan meliputi Kodam XXV/Mahmud Riayat Syah di Kepulauan Riau, Kodam XXVI/Mataram di Daerah Istimewa Yogyakarta, Kodam XXVII/Sobe Sonbai di Nusa Tenggara Timur, Kodam XXVIII/Molku Kie Raha di Maluku Utara, Kodam XXIX/Mambruk di Papua Tengah, dan Kodam XXX/Rinambora di Nusa Tenggara Barat.
Selain enam Kodam, restrukturisasi tersebut juga mencakup 30 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan, 150 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan, serta tiga Batalyon Bantuan Tempur. Di lingkungan TNI AL dan TNI AU juga dilakukan penambahan sejumlah satuan baru.
Penguatan struktur tersebut diharapkan membuat organisasi TNI semakin adaptif terhadap kondisi geografis Indonesia sekaligus mampu memberikan respons yang lebih cepat terhadap kebutuhan keamanan maupun bantuan kemanusiaan di berbagai daerah.(*)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!