Gletser Puncak Jaya Menyusut Drastis, Terancam Hilang dalam Beberapa Tahun

Gletser Puncak Jaya Menyusut Drastis, Terancam Hilang dalam Beberapa Tahun

Jakarta, kameranusantar.id - Lapisan es di Puncak Jaya terus mengalami penyusutan signifikan akibat peningkatan suhu global. Gletser yang menjadi ciri khas Pegunungan Jayawijaya itu kini berada dalam kondisi kritis dan diperkirakan bisa hilang dalam waktu dekat.

Pakar klimatologi dari Universitas Gadjah Mada, Emilya Nurjani, menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan bagian dari tren global. Penyusutan gletser terjadi tidak hanya pada luas permukaan, tetapi juga ketebalan es, termasuk di wilayah tropis seperti Indonesia dan Gunung Kilimanjaro.

Data BMKG: Penyusutan Kian Cepat

Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, luas gletser di Puncak Sudirman menyusut tajam dalam beberapa tahun terakhir. Dari sekitar 0,23 kilometer persegi pada 2022, kini tersisa hanya sekitar 0,11–0,16 kilometer persegi pada 2024.

Ketebalan es juga terus menurun drastis. Jika pada 2010 mencapai 32 meter, kini hanya tersisa sekitar 4 meter. Kondisi ini dinilai sebagai sinyal serius bahwa “salju abadi” di Papua berpotensi punah dalam waktu yang tidak lama.

Pemanasan Global Jadi Pemicu Utama

Penyusutan gletser erat kaitannya dengan pemanasan global. Perubahan penggunaan lahan, seperti pembangunan dan deforestasi, turut mempercepat proses tersebut. Hilangnya tutupan es menurunkan efek albedo—kemampuan permukaan memantulkan panas matahari—sehingga lebih banyak energi terserap dan meningkatkan suhu bumi.

Dampak Nyata bagi Wilayah Pesisir

Mencairnya gletser berkontribusi pada kenaikan permukaan air laut. Dampaknya sudah mulai terasa di sejumlah wilayah pesisir Indonesia, seperti Semarang dan kawasan pantai utara Jawa yang kerap mengalami abrasi dan banjir rob.

Meski demikian, kenaikan muka laut juga dipengaruhi faktor lain seperti penurunan muka tanah.

Perlu Langkah Nyata Tekan Emisi

Para ahli menekankan pentingnya upaya lintas sektor untuk menekan laju pemanasan global. Dekarbonisasi, pengurangan penggunaan energi fosil, serta pengelolaan lahan berkelanjutan menjadi langkah kunci.

Di tingkat individu, tindakan sederhana seperti hemat energi dan penanaman pohon juga dinilai berkontribusi dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan memperlambat hilangnya gletser. (kls)

Olahraga

Klasemen Super League Memanas, Persib Masih Teratas Dikejar Borneo FC

Klasemen Super League Memanas, Persib Masih Teratas Dikejar Borneo FC

Jakarta, kameranusantara.id - Persaingan di Indonesia Super League kian sengit setelah pekan ke-28 rampung. Persib Bandung masih bertahan di puncak

Advertisement