Gubernur Bank Indonesia Ungkap Pemicu Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Gubernur Bank Indonesia Ungkap Pemicu Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Jakarta, Kameranusantara.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memberikan penjelasan mengenai tekanan yang menyebabkan nilai tukar rupiah mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Dilansir dari Kompas, pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers pada Selasa malam, 5 Juni 2026.

Kondisi kurs jual 1 dolar AS berada di angka Rp17.454,84, sementara kurs beli menyentuh Rp17.281,16 berdasarkan pantauan pada laman resmi Bank Indonesia. Perry menilai bahwa saat ini posisi nilai tukar rupiah sedang berada dalam kondisi undervalued.

Meskipun terdapat tekanan, otoritas moneter menyatakan optimisme terhadap prospek mata uang Garuda. Pemerintah meyakini bahwa nilai tukar rupiah akan bergerak stabil dan menunjukkan tren penguatan pada periode mendatang.

Penyebab pelemahan dalam jangka pendek diidentifikasi bersumber dari dua aspek utama. Gubernur BI merinci bahwa dinamika global dan siklus musiman menjadi pendorong utama fluktuasi yang terjadi saat ini.

"Kenapa dalam jangka pendek ini ada tekanan-tekanan nilai tukar? Sebabnya ada dua, yaitu ada faktor global dan kemudian pada faktor-faktor musiman," ujar Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia (BI).

Tingginya harga minyak dunia serta kenaikan suku bunga di Amerika Serikat menjadi variabel global yang menekan rupiah. Selain itu, penguatan dolar AS secara menyeluruh dan adanya fenomena pelarian modal dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, turut memperparah situasi.

Faktor kedua berkaitan dengan siklus ekonomi rutin di tanah air pada kuartal kedua. Perry menjelaskan bahwa permintaan terhadap mata uang dolar AS melonjak signifikan dalam periode April hingga Juni setiap tahunnya.

"Memang secara musiman, April, Mei, Juni ini memang permintaan terhadap dolarnya tinggi, ada untuk pembayaran repatriasi (proses pengembalian akumulasi penghasilan berupa harta maupun aset dari luar negeri ke Indonesia) dividen, ada pembayaran utang, dan juga untuk jemaah haji," jelas Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia (BI).


Olahraga

Klasemen Super League Memanas, Persib Masih Teratas Dikejar Borneo FC

Klasemen Super League Memanas, Persib Masih Teratas Dikejar Borneo FC

Jakarta, kameranusantara.id - Persaingan di Indonesia Super League kian sengit setelah pekan ke-28 rampung. Persib Bandung masih bertahan di puncak

Advertisement