Megawati Sindir Pihak yang Dukung Pemilu Tidak Langsung Gara-gara Biaya Mahal

Megawati Sindir Pihak yang Dukung Pemilu Tidak Langsung Gara-gara Biaya Mahal

Jakarta,Kameranusantara.id -  Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri menyindir pihak-pihak yang hendak mengotak-atik pemilihan umum (Pemilu) menjadi tidak langsung lagi. “Pemilu itu yang langsung tuh hanya dua kali, tahun 1955 pertama kali lalu yang kedua ya waktu saya.

Nah pertanyaannya ini kan kelihatannya mau diubah-ubah,” ujar Megawati saat memberikan sambutan dalam acara Pengukuhan Gelar Profesor Emeritus untuk Eks Hakim Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat di Universitas Borobudur, Jakarta, Sabtu (2/5/2026).

Megawati mempertanyakan alasan pihak yang hendak mengubah Pemilu menjadi tidak langsung lagi karena alasan biaya politik yang mahal.

Padahal pada 1955, dengan kondisi Indonesia baru merdeka, pemilu bisa dilaksanakan tanpa masalah biaya.

“Kok waktu-waktu sekarang bilang biayanya banyak, loh kenapa tahun 1955 bisa keadaannya itu ini, hah santai saja, rakyatnya tenang saja,” kata Megawati.

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini menilai ucapan biaya politik besar hingga perlu mengubah pemilu adalah pernyataan yang aneh. “Biayanya berapa? Saya suruh cari kalau sekarang dibilang biayanya besar gitu, aneh,” katanya lagi.


Dalam pidatonya, Megawati menegaskan bahwa pemilu maupun pilpres yang dipilih langsung oleh rakyat memperkuat legitimasi pemimpin.

“Dengan pemilu presiden secara langsung, legitimasi presiden sangat kuat untuk benar-benar kokoh pada jalan konstitusi dan demokrasi,” tegas Megawati.

Megawati mengingatkan, seorang presiden tidak boleh memberikan ruang bagi pihak yang hendak melanggar konstitusi dan undang-undang.


“Presiden tidak boleh membuka ruang kompromi bagi pelanggaran konstitusi dan perundang-undangan terlebih terhadap hal-hal yang bisa menurunkan kedaulatan politik dan ekonomi bangsa,” kata Megawati.

“Dari sinilah Pancasila, Konstitusi, Demokrasi, Ekonomi, Hukum dan Kebudayaan berkaitan erat satu sama lain, tidak terpisahkan dan tidak boleh dipisahkan,” sambungnya menegaskan.

Olahraga

Klasemen Super League Memanas, Persib Masih Teratas Dikejar Borneo FC

Klasemen Super League Memanas, Persib Masih Teratas Dikejar Borneo FC

Jakarta, kameranusantara.id - Persaingan di Indonesia Super League kian sengit setelah pekan ke-28 rampung. Persib Bandung masih bertahan di puncak

Advertisement