Jakarta, Kameranusantara.id - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mematangkan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan bagi orang tua lanjut usia (lansia), khususnya mereka yang berusia di atas 75 tahun dan hidup seorang diri.
Saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, Gus Ipul menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana untuk merumuskan skema pelaksanaan program tersebut secara lebih terstruktur.
Ia menjelaskan, pada tahap awal program MBG akan diprioritaskan bagi lansia berusia di atas 75 tahun. Selanjutnya, cakupan penerima manfaat akan diperluas hingga kelompok lansia dengan usia di bawah 75 tahun.
"Saya sudah berkoordinasi dengan Kepala BGN Prof. Dadan untuk mematangkan rencana makan bergizi gratis untuk lansia yang usianya di atas 75 tahun dan tinggal sendirian. Kalau alokasinya sudah habis (terpenuhi), nanti baru di bawah 75 tahun," jelas Gus Ipul.
Pelayanan MBG bagi lansia nantinya akan disalurkan melalui dapur umum milik BGN. Dapur tersebut, termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di sekitar wilayah penerima manfaat, juga akan melayani kelompok penyandang disabilitas.
Gus Ipul menambahkan, data calon penerima manfaat akan bersumber dari pemerintah daerah. Data tersebut akan melalui proses asesmen sebelum ditetapkan oleh kepala daerah, kemudian diserahkan kepada BGN untuk ditindaklanjuti dalam proses penyaluran layanan.
Di sisi lain, Kementerian Sosial juga tengah menyiapkan penguatan layanan pendampingan bagi lansia dan penyandang disabilitas. Penguatan ini dilakukan melalui penyediaan tenaga caregiver dan perawat terlatih yang akan dilaksanakan secara bertahap.
Sambil menunggu proses pelatihan tenaga pendamping selesai, pemerintah akan memanfaatkan tenaga pengantar untuk menyalurkan makanan langsung ke rumah para lansia dan penyandang disabilitas yang menjadi penerima manfaat.
"Kita akan memperkuat dengan perawat-perawat yang terlatih secara bertahap. Kita awali dengan pelatihan-pelatihan dulu tapi sebelum mereka misalnya belum selesai mengikuti pelatihan, ya kita akan menggunakan tenaga-tenaga yang mengirim ke rumah-rumah lansia dan penyandang disabilitas," kata Gus Ipul.
Terkait pendanaan, Gus Ipul menegaskan bahwa anggaran program MBG untuk lansia akan dipusatkan di Badan Gizi Nasional. Sementara itu, Kementerian Sosial akan berfokus pada penyiapan sistem pendampingan serta distribusi layanan kepada penerima manfaat.
"Jadi, anggarannya nanti kita jadikan satu di BGN, sementara kami menyiapkan yang mengantarkan, yang merawat," imbuhnya. (*)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!