Jakarta,Kameranusantara.id - Antisipasi potensi gangguan keamanan saat peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama Polres Pekalongan menggelar simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota), Kamis 23 April 2026. Kegiatan berlangsung di Jalan Alun-alun Utara, depan Kantor Bupati Pekalongan.
Simulasi diawali dengan apel pasukan, dilanjutkan skenario penanganan unjuk rasa yang berkembang dari kondisi kondusif (hijau), meningkat menjadi tidak terkendali (kuning), hingga situasi anarkis (merah). Dalam setiap tahapan, aparat memperagakan langkah persuasif hingga tindakan tegas, mulai dari negosiasi, pengendalian massa, penanganan provokator, hingga evakuasi pejabat dan korban.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, mengapresiasi inisiatif jajaran Polres Pekalongan dan Kodim 0710/Pekalongan dalam menyelenggarakan simulasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasi di muka umum.
“Kami mengapresiasi apa yang diinisiasi oleh Kapolres dan Dandim dalam kerangka memberikan pelayanan kepada masyarakat yang ingin menyampaikan pendapat. Apalagi menjelang 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional, ini menjadi bagian dari komunikasi kita,” ujarnya.
Sukirman menegaskan, Pemkab Pekalongan akan terus bersinergi dengan TNI-Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya pada momentum aksi demonstrasi. "Kepolisian dan TNI menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan dalam menciptakan suasana kamtibmas yang kondusif, pemerintah daerah tentu akan terus bersinergi,” ujarnya.
Terkait dinamika yang berkembang di media sosial, Sukirman menilai hal tersebut sebagai bagian dari ekspresi masyarakat. Namun, pemerintah tetap fokus pada langkah konkret, termasuk efisiensi anggaran untuk pembangunan infrastruktur.
Sementara itu, Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf mengatakan, simulasi Sispamkota bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi gangguan keamanan. “Latihan ini sebagai bentuk kesiapsiagaan Polres Pekalongan bersama pemerintah daerah dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan yang berimplikasi pada situasi kontinjensi,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut melibatkan sekitar 643 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta elemen masyarakat dari berbagai organisasi kemasyarakatan. “Alhamdulillah para personel sudah memahami tugas dan tanggung jawab dari setiap tahapan pelayanan aksi unjuk rasa,” katanya.
Kapolres juga memastikan kondisi wilayah Kabupaten Pekalongan saat ini masih kondusif. Pihaknya telah menjalin komunikasi dengan serikat buruh dan pemerintah daerah agar peringatan May Day diisi dengan kegiatan positif.
“Kami berharap apabila nanti ada aksi, tidak mengganggu ketertiban masyarakat. Kami mendukung peringatan May Day dapat berjalan aman dan lancar,” tuturnya.
Di lokasi yang sama, Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 0710/Pekalongan, Mayor Cpl Yulian Cahyono, mewakili Dandim, menegaskan kesiapan TNI dalam mendukung pengamanan sesuai prosedur. “TNI akan bertindak sesuai SOP, yakni menunggu permintaan bantuan dari kepolisian, setelah ada surat resmi, kami siap melaksanakan perbantuan keamanan,” ucapnya.
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!