Pemerintah Dorong Energi Hijau, B50 Ditargetkan Berlaku Tahun Depan

Pemerintah Dorong Energi Hijau, B50 Ditargetkan Berlaku Tahun Depan

Jakarta, Kameranusantara.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mengevaluasi rencana penerapan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dengan campuran biodiesel berbasis minyak sawit sebesar 50 persen atau B50 pada tahun depan. Langkah ini dilakukan setelah program B40 berhasil diimplementasikan pada tahun 2025.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyampaikan bahwa pemerintah berupaya mempercepat transisi menuju energi ramah lingkungan. “Untuk B50 kita evaluasi, untuk implementasi B40 tahun ini, dan juga kita harapkan untuk implementasi tahun depan B50 segera bisa dilaksanakan,” ujarnya di Jakarta, Jumat (22/8/2025).

Selain persiapan B50, pemerintah juga mendorong pembangunan pabrik biodiesel di Merauke, Papua Selatan. Proyek strategis tersebut ditargetkan rampung dan mulai berproduksi pada 2027 mendatang. “Jadi, untuk biodiesel, akhirnya kita akan ada percepatan pembangunan, itu khususnya di Merauke, Papua Selatan. Jadi, kita harapkan tahun 2027 sudah akan berproduksi biodiesel,” kata Yuliot.

Yuliot menambahkan, saat ini pemerintah tengah melakukan konsolidasi lintas sektor untuk mendukung percepatan proyek tersebut, meski belum merinci nilai investasi yang akan digelontorkan.

Sebagai informasi, tahun ini pemerintah menetapkan alokasi biodiesel B40 sebesar 15,6 juta kiloliter (kl). Dari jumlah tersebut, 7,55 juta kl disalurkan untuk kebutuhan Public Service Obligation (PSO) dan 8,07 juta kl untuk non-PSO. Implementasi program mandatori ini tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM No. 341.K/EK.01/MEM.E/2024.

Penyaluran B40 saat ini melibatkan 24 Badan Usaha (BU) Bahan Bakar Nabati, 2 BU BBM yang menyalurkan untuk PSO dan non-PSO, serta 26 BU BBM khusus non-PSO.

Olahraga

Konflik Global Memanas, FIFA Tetap Targetkan Piala Dunia 2026 Diikuti Semua Negara

Konflik Global Memanas, FIFA Tetap Targetkan Piala Dunia 2026 Diikuti Semua Negara

Jakarta, Kamerranusantara.id- Meski dinamika geopolitik global tengah memanas, badan sepak bola dunia FIFA menegaskan keinginannya agar Iran tetap

Advertisement