Jakarta, kameranusantar.id – Istana Kepresidenan menegaskan bahwa setiap kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri dilakukan dengan mempertimbangkan manfaat strategis bagi Indonesia, menyusul sorotan yang disampaikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal terkait intensitas lawatan Presiden ke berbagai negara.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, M Qodari, mengatakan pemerintah menghargai setiap masukan dan pandangan yang berkembang di ruang publik. Namun, ia menekankan bahwa agenda kunjungan Presiden selalu diarahkan untuk memperkuat kepentingan bangsa dan negara.
Menurut Qodari, salah satu contoh adalah kunjungan kerja Presiden ke Prancis yang telah dipersiapkan sejak lama. Dalam lawatan tersebut, Indonesia membahas sejumlah kerja sama strategis yang mencakup sektor pertahanan, pendidikan, energi, hingga pengembangan logam tanah jarang.
Selain membuka peluang kerja sama konkret, kunjungan luar negeri juga dinilai penting untuk memperkuat hubungan personal antarpemimpin negara. Hubungan yang baik tersebut, kata Qodari, dapat menjadi modal diplomasi Indonesia dalam memperoleh dukungan internasional pada berbagai isu strategis.
Ia menilai kedekatan dengan para pemimpin dunia memberikan keuntungan tersendiri bagi Indonesia, terutama ketika membutuhkan dukungan dalam menghadapi persoalan yang menyangkut kepentingan nasional.
Pemerintah memastikan bahwa diplomasi yang dijalankan Presiden tetap berfokus pada penguatan posisi Indonesia di tingkat global, sekaligus membuka peluang kerja sama yang berdampak langsung bagi pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!