Bekasi, Kameranusantara - Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke SMP Negeri 4 Kota Bekasi pada Senin pagi sebagai bagian dari peluncuran program digitalisasi pendidikan. Di sekolah itu, Prabowo meninjau langsung penggunaan smartboard (interactive flat panel / IFP) dalam proses belajar mengajar.
Saat memasuki salah satu ruang kelas, Prabowo duduk bersama siswa kelas IX. Di sana, ia menyimak pelajaran sains yang disampaikan guru melalui smartboard. Materi yang dipelajari antara lain zat asam, yang disajikan dengan visual interaktif sehingga menambah daya tarik pembelajaran. Kehadiran Prabowo tidak menciptakan kegugupan berlebih di kelas; siswa tetap aktif bertanya dan berinteraksi.
Tidak hanya mengamati, Prabowo juga menuliskan pesan di layar smartboard. Pesan singkat itu berisi ajakan kepada siswa untuk “Belajar yang baik”, menghormati guru, mencintai orang tua, dan menjaga kerukunan dengan teman. Ia lalu menandatangani nama dan tanggal pada papan interaktif tersebut, sebagai simbol peluncuran program digital ini.
Momen hangat juga muncul ketika Prabowo menantang seorang siswa yang menyebut olahraga favoritnya adalah tinju. Dalam suasana santai, ia memperagakan gerakan tinju ringan di tengah kelas, memancing tawa dan tepuk tangan dari siswa dan guru.
Mendampingi Prabowo dalam kunjungan ini adalah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, serta pejabat lain dari kabinet dan pemerintah daerah. Mereka datang bersama untuk meresmikan distribusi smartboard ke sekolah-sekolah, bagian dari ambisi agar setiap kelas di Indonesia dilengkapi teknologi interaktif.
Menurut Prabowo, sudah sekitar 75 persen sekolah di Indonesia telah menerima perangkat smartboard. Ia menekankan bahwa teknologi ini bukan hanya soal menampilkan materi, tetapi membuka peluang pembelajaran yang lebih kolaboratif dan menarik. Dengan IFP, siswa bisa melihat simulasi laboratorium digital, mempercepat pemahaman konsep-konsep ilmiah yang sulit dijelaskan hanya lewat papan tulis konvensional.
Salah satu guru di SMPN 4 Bekasi menjelaskan bahwa smartboard membuat pembelajaran praktis lebih mudah karena fungsi laboratorium maya. Sebelumnya, persiapan alat fisik sangat memakan waktu; kini siswa dapat menjelajah fenomena kimia atau fisika langsung melalui layar digital. Siswa pun menyatakan antusiasme tinggi: mereka bisa berinteraksi dengan materi, bermain game edukatif, atau menjawab pertanyaan langsung di papan.
Di penghujung kunjungan, Prabowo mengajak para siswa untuk terus belajar dengan semangat tinggi dan mengingat nilai-nilai penting dalam hidup: menghormati orang tua, guru, dan mencintai tanah air. Ia berharap teknologi digital seperti smartboard bisa semakin merata jangkauannya, agar kualitas pendidikan tidak hanya merata di kota besar, tetapi juga di pelosok-pelosok Indonesia.
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!