JAKARTA, kameranusantara.id – Peluncuran buku Salam Pancasila Sebagai Salam Kebangsaan: Memahami Pemikiran Kepala BPIP Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai makna Salam Pancasila sebagai simbol persatuan nasional.
Penulis buku, Khoirul Anam, menyampaikan apresiasi kepada Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, yang telah memberikan dukungan hingga buku tersebut dapat diterbitkan.
Menurut Khoirul, kajian yang dilakukan melalui pendekatan ushul fikih, sosiologi, sejarah, dan filsafat hukum Islam menunjukkan bahwa Salam Pancasila tidak dimaksudkan sebagai pengganti salam keagamaan. Sebaliknya, salam tersebut ditujukan sebagai salam kebangsaan yang dapat digunakan di ruang publik yang dihadiri masyarakat dari berbagai latar belakang agama, suku, dan budaya.
"Salam Pancasila merupakan simbol persatuan yang dapat memperkuat kebersamaan di tengah keberagaman bangsa Indonesia," ujarnya.
Ia berharap masyarakat dapat memahami perbedaan antara Salam Pancasila dan salam keagamaan sehingga tidak lagi menimbulkan kesalahpahaman maupun polemik yang tidak produktif.
Sementara itu, Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, mengapresiasi terbitnya buku tersebut karena dinilai membantu memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai latar belakang dan tujuan Salam Pancasila.
Yudian menjelaskan bahwa gagasan Salam Pancasila pernah disampaikan oleh Ketua Dewan Pengarah BPIP, Megawati Soekarnoputri, yang merujuk pada semangat "Salam Merdeka" yang digunakan pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Menurutnya, Salam Pancasila merupakan bentuk penghormatan yang bertujuan memperkuat persatuan, keselamatan, dan semangat kebangsaan.
Apresiasi juga disampaikan Pelaksana Tugas Sekretaris Utama BPIP, Karjono. Ia berharap buku tersebut dapat menjadi sarana edukasi sekaligus mendorong penggunaan Salam Pancasila dalam berbagai kegiatan di lingkungan kementerian, lembaga, maupun ruang publik lainnya.
"Salam Pancasila merupakan simbol untuk membumikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat," katanya.
Dukungan serupa datang dari Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Al Makin. Ia menilai Salam Pancasila dapat menjadi salah satu sarana memperkuat persatuan di tengah kemajemukan Indonesia yang terdiri dari beragam agama, suku, bahasa, dan tradisi.
Menurutnya, semangat kebangsaan harus terus dijaga agar keberagaman tetap menjadi kekuatan yang mempersatukan bangsa Indonesia. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!