Tanker Tanpa Kru dari Taiwan Ditemukan di Lingga, TNI AL Masih Siaga

Tanker Tanpa Kru dari Taiwan Ditemukan di Lingga, TNI AL Masih Siaga

jakarta,kameranusantara.id - Kepala Desa Pekajang, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Azmi Jailani, mengungkapkan perkembangan terkini penanganan kapal tanker tanpa awak yang ditemukan nelayan di perairan Pulau Pekajang.

Hingga kini, proses pemeriksaan kapal tersebut masih tertunda akibat kondisi cuaca laut yang belum bersahabat.

Azmi mengatakan, perairan Desa Pekajang yang berbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan tengah memasuki musim angin utara dengan ketinggian gelombang mencapai sekitar lima meter.

Kondisi ini menyulitkan personel TNI Angkatan Laut, termasuk tim penyelam, untuk melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap kapal.

“Gelombang masih cukup tinggi, sehingga personel KRI belum bisa melakukan penyelaman ke bawah kapal untuk memastikan apakah terdapat kebocoran atau gangguan teknis lainnya,” kata Azmi, Rabu (31/12/2025).

Meski demikian, aktivitas nelayan setempat dipastikan tetap berjalan normal.

Pemerintah desa bersama aparat terkait terus mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan sepihak terhadap kapal tersebut sebelum ada keputusan resmi dari pihak berwenang.

“Kami minta masyarakat tidak bertindak sendiri. Penanganan kapal sepenuhnya menjadi kewenangan aparat, khususnya TNI AL yang saat ini masih bersiaga di lokasi,” ujarnya.

Terkait muatan kapal, Azmi menyebutkan terdapat 10 unit kontainer di atas kapal yang hingga kini belum dibuka.

Ia menegaskan belum memberikan izin pembukaan kontainer karena belum diketahui secara pasti isi di dalamnya.

“Kami khawatir jika dibuka tanpa prosedur, justru membahayakan. Karena itu, kontainer belum boleh dibuka,” katanya.

Namun berdasarkan informasi awal di lapangan, kontainer tersebut diduga bermuatan daging mentah. Dugaan ini muncul lantaran tercium bau menyengat dari area kontainer.

“Bau cukup menyengat. Dari informasi awal yang kami terima, termasuk dari Bea Cukai, kapal ini diduga mengangkut daging, meski jenisnya belum diketahui,” ujar Azmi.

Azmi memastikan kapal tanker tersebut ditemukan dalam kondisi tanpa kru. Pemeriksaan awal tidak menemukan indikasi tindak kekerasan.

“Di kamar ABK hanya ditemukan pakaian berserakan. Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Personel KRI juga memastikan kondisi kapal aman,” jelasnya.

Berdasarkan informasi dari Bea Cukai, kapal diketahui berlayar dari Taiwan menuju Filipina.

Dalam perjalanan, kapal diduga diterjang badai hebat sehingga seluruh kru dievakuasi menggunakan jalur udara dan dipulangkan ke Taiwan.

“Sumber informasi itu kami terima dari Bea Cukai yang memperoleh keterangan dari kru kapal,” tambahnya.

Saat ini, kapal tanker tersebut masih berada di perairan belakang Pulau Besar Pekajang dengan pengawasan dari KRI sambil menunggu cuaca memungkinkan untuk dilakukan penyelaman dan penanganan lanjutan.

Azmi menegaskan pemerintah desa tidak memiliki kewenangan menentukan langkah akhir terhadap kapal tersebut. Namun ia berharap penanganan dapat segera dilakukan oleh pihak berwenang.

“Kalau terlalu lama dibiarkan, dikhawatirkan muncul tindakan-tindakan yang tidak bertanggung jawab. Kami tidak bisa mengawasi terus-menerus,” ujarnya.

Olahraga

Konflik Global Memanas, FIFA Tetap Targetkan Piala Dunia 2026 Diikuti Semua Negara

Konflik Global Memanas, FIFA Tetap Targetkan Piala Dunia 2026 Diikuti Semua Negara

Jakarta, Kamerranusantara.id- Meski dinamika geopolitik global tengah memanas, badan sepak bola dunia FIFA menegaskan keinginannya agar Iran tetap

Advertisement