TNI Tindak Tegas, Oknum yang Terlibat Kasus di Labuhanbatu Resmi Diproses Hukum

TNI Tindak Tegas, Oknum yang Terlibat Kasus di Labuhanbatu Resmi Diproses Hukum

Kameranusantara.id -  Anggota TNI berinisial Serma BD resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus meninggalnya Luis David Hutabarat (32) di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. Proses hukum terhadap yang bersangkutan kini berjalan melalui mekanisme peradilan militer.

Komandan Kodim 0209/Labuhanbatu, Letkol Kav Hanung Kaptiaji, menjelaskan bahwa penetapan tersangka telah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

"Penetapan tersangka sudah dilaksanakan. Untuk TNI aktif dikenakan pasal penganiayaan," kata Hanung kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Jumat (19/6/2026).

Menurut Hanung, berkas perkara yang menjerat Serma BD telah dilimpahkan kepada Subdenpom I/1-2 Rantauprapat guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

"Berkas sudah dilimpahkan ke Subdenpom. Dia sudah ditahan," ujarnya.

Kasus ini bermula dari meninggalnya Luis David Hutabarat yang diduga mengalami penganiayaan oleh sejumlah petugas keamanan PT Agrinas Palma Nusantara. Saat kejadian berlangsung, Serma BD diketahui sedang bertugas sebagai salah satu petugas keamanan perusahaan tersebut.

Meski telah berstatus tersangka, Hanung menyebut Serma BD bukan pihak yang secara langsung melakukan tindakan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Namun demikian, keterlibatannya tetap menjadi bagian dari proses penyidikan yang sedang berlangsung.

Sebelumnya, Polres Labuhanbatu telah memeriksa sedikitnya 10 saksi dalam penyelidikan kasus tersebut. Aparat juga mengamankan empat orang yang diduga terkait dengan peristiwa itu, yakni Serma BD, seorang purnawirawan TNI berinisial Serma B, serta dua warga sipil.

Kuasa hukum keluarga korban, Surya Dayan Nasution, menjelaskan bahwa peristiwa terjadi di Desa Sukarame, Kecamatan Kualuh, pada Selasa (16/6/2026). Saat itu korban bersama empat rekannya sedang dalam perjalanan pulang dari kebun milik mertuanya dengan menggunakan dua sepeda motor.

Menurut Surya, rombongan korban kemudian dicegat oleh sejumlah petugas keamanan perusahaan.

"Terus di perjalanan, mereka dicegat sama pihak keamanan PT Agrinas itu, ada enam orang dengan lima motor," kata Surya.

Ia menuturkan bahwa sepeda motor yang dikendarai korban sempat ditabrak hingga terjatuh. Setelah itu korban berusaha melarikan diri, namun akhirnya berhasil ditangkap.

"Terus tertangkap lah korban ini. Di situ dia dianiaya," ujarnya.

Tak lama setelah kejadian, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di pinggir jalan. Pihak keluarga mengaku menemukan sejumlah luka memar pada bagian wajah dan leher korban yang diduga akibat tindakan kekerasan.

Saat ini proses penyidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap secara menyeluruh kronologi kejadian dan menentukan pertanggungjawaban hukum seluruh pihak yang terlibat. (*)

Olahraga

Klasemen Super League Memanas, Persib Masih Teratas Dikejar Borneo FC

Klasemen Super League Memanas, Persib Masih Teratas Dikejar Borneo FC

Jakarta, kameranusantara.id - Persaingan di Indonesia Super League kian sengit setelah pekan ke-28 rampung. Persib Bandung masih bertahan di puncak

Advertisement