Jakarta, Kameranusantara.id - Kabar beredar soal adanya beras oplosan atau beras palsu yang beredar di pasaran membuat aparat di Kota Bogor waspada. Menindaklanjuti hal ini, Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Gembrong Sukasari bersama jajaran pejabat dan Tim Pengendali Inflasi Daerah pada Selasa (28/7).
Dalam sidak tersebut, tidak ditemukan adanya beras oplosan atau beras palsu di pasar tersebut. Turut hadir dalam kegiatan ini Wakapolresta Bogor Kota, AKBP Indra Ranudikarta; Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi; serta sejumlah unsur tim pengawasan distribusi pangan.
Sidak ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan kestabilan harga sekaligus menjaga kualitas bahan pangan di pasar tradisional. Selain mengecek kualitas beras, rombongan juga memantau harga komoditas penting lainnya seperti sayur-mayur, telur, dan ayam.
Wali Kota Dedie Rachim bahkan ikut berbelanja langsung di pasar sebagai bentuk pendekatan kepada para pedagang sekaligus memberi contoh belanja cerdas kepada masyarakat.
Langkah ini juga menunjukkan transparansi dan kehadiran pemerintah dalam menjaga kestabilan pasar, khususnya di tengah kekhawatiran warga akan harga dan kualitas bahan pokok.
“Di Pasar Sukasari ini tidak ada beras oplosan yang kemarin sempat beredar beritanya di nasional,” tegas Wali Kota Bogor.
Ia juga mengapresiasi para pedagang yang konsisten menjaga kualitas produk serta menolak praktik curang seperti pengoplosan beras.
Kejujuran para pedagang menjadi modal utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pasar tradisional.
Wali Kota Bogor turut mengimbau masyarakat agar tetap melakukan belanja cerdas dan bijak agar daya beli terjaga tanpa mengorbankan kualitas bahan pokok.
“Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah terpengaruh isu negatif dan terus mendukung pasar tradisional sebagai sumber pangan utama yang aman dan terjangkau,” pungkas Dedie Rachim.
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!