Jakarta, Kameranusantara.id - Pasokan energi Indonesia dipastikan tetap aman meskipun konflik di kawasan Timur Tengah tengah memanas. Hal ini menyusul dua kapal milik Pertamina International Shipping (PIS) yang sebelumnya berada di area konflik kini telah berhasil keluar dan melanjutkan pelayaran secara aman.
Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita menyampaikan bahwa dua kapal yang telah meninggalkan wilayah konflik tersebut adalah PIS Rinjani dan PIS Paragon.
"Dari empat kapal PIS yang beroperasi di kawasan Timur Tengah, dua kapal telah beranjak dari area konflik yaitu PIS Rinjani dan PIS Paragon," ujarnya dalam pernyataan resmi, Selasa (10/3).
Sementara itu, dua kapal lainnya masih berada di kawasan Teluk Arab dan menunggu situasi yang lebih kondusif sebelum melanjutkan perjalanan melalui Selat Hormuz.
Kedua kapal tersebut adalah VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro yang saat ini masih berada di wilayah tersebut dalam kondisi aman.
Vega menjelaskan bahwa kapal Gamsunoro sedang melayani pengangkutan kargo milik konsumen pihak ketiga. Adapun VLCC Pertamina Pride saat ini menjalankan misi pengangkutan minyak mentah jenis light crude oil untuk memenuhi kebutuhan energi domestik.
Meski masih ada kapal yang menunggu situasi aman untuk melanjutkan pelayaran, Pertamina memastikan rantai pasok energi nasional tetap berjalan normal.
Menurut Vega, distribusi energi Pertamina saat ini didukung sekitar 345 armada kapal yang beroperasi di berbagai wilayah, baik di perairan internasional maupun perairan Indonesia.
"Rantai pasok dan distribusi energi tetap solid yang didukung setidaknya 345 armada kapal di bawah pengelolaan entitas Pertamina Group lainnya," ujarnya.
Untuk memastikan kelancaran distribusi energi, Pertamina juga menerapkan berbagai skema pengiriman yang fleksibel. Perusahaan menggunakan metode Regular, Alternative, dan Emergency dalam menentukan jalur distribusi yang paling efektif dan aman bagi kebutuhan energi nasional.
Selain itu, Pertamina melalui PIS terus melakukan pemantauan intensif terhadap seluruh armada yang beroperasi di berbagai wilayah dunia.
"PIS melakukan pemantauan intensif 24 jam secara real-time terhadap seluruh posisi armada, kru dan pekerja," ujar Vega.
Perusahaan juga menjalin koordinasi dengan otoritas maritim serta pihak berwenang di berbagai wilayah guna memastikan keamanan pelayaran dan keselamatan awak kapal.
Di tengah dinamika geopolitik yang berkembang di Timur Tengah, Pertamina menegaskan bahwa keselamatan kru kapal serta kelancaran pasokan energi bagi masyarakat Indonesia tetap menjadi prioritas utama perusahaan.
"Kami juga menjalin koordinasi erat dengan otoritas maritim dan pihak berwenang setempat guna memastikan keamanan serta keselamatan seluruh kru kapal dan muatan yang dibawa," pungkas Vega. (*)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!