Jakarta, kameranusantara.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunda rencana serangan besar terhadap Iran setelah menerima permintaan dari sejumlah negara Teluk untuk memberi ruang bagi jalur diplomasi.
Serangan militer yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Selasa (19/5/2026) itu ditunda usai muncul respons terbaru Iran terhadap proposal perdamaian yang diajukan Washington.
Keputusan penundaan diumumkan Trump melalui platform media sosial Truth Social pada Senin (18/5/2026).
Trump menyebut permintaan penundaan datang dari para pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab yang berharap negosiasi dengan Teheran masih bisa menghasilkan kesepakatan.
Menurut Trump, negara-negara Teluk meyakini peluang damai tetap terbuka selama Iran bersedia memastikan tidak mengembangkan senjata nuklir.
Meski menunda serangan, Trump menegaskan militer AS tetap disiagakan untuk melancarkan operasi kapan saja apabila perundingan gagal mencapai hasil yang diinginkan.
Dalam beberapa hari terakhir, Trump terus melontarkan peringatan keras kepada Iran di tengah konflik yang masih berlangsung antara AS, Israel, dan Teheran sejak pecah pada Februari 2026.
Negosiasi antara Washington dan Iran sejauh ini masih berjalan alot. Kedua pihak baru menjalani satu putaran pembicaraan di Pakistan di tengah gencatan senjata yang dinilai masih rapuh.
Media Iran melaporkan proposal terbaru AS berisi lima poin penting, termasuk pembatasan operasional fasilitas nuklir Iran dan pemindahan stok uranium yang diperkaya tinggi ke Amerika Serikat.
Sementara itu, Iran disebut tetap ingin mempertahankan kendali atas Selat Hormuz, jalur strategis distribusi energi dunia yang sebagian besar masih ditutup sejak perang berlangsung.
Di sisi lain, Trump menegaskan pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi salah satu syarat penting dalam kesepakatan damai antara kedua negara.
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!