DPR Dukung Program Prabowo, Buruh dan Petani Diprioritaskan Dapat Rumah Layak

DPR Dukung Program Prabowo, Buruh dan Petani Diprioritaskan Dapat Rumah Layak

Jakarta, Kameranusantara.id - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan komitmennya untuk mendorong akses yang lebih luas bagi buruh, petani, dan nelayan dalam program pembangunan 3 juta rumah yang diinisiasi pemerintah. Upaya ini menjadi bagian dari dorongan agar program strategis nasional tersebut benar-benar menyasar kelompok masyarakat berpenghasilan rendah secara merata.

Sebagai Ketua Harian Partai Gerindra, Dasco juga berencana melakukan koordinasi langsung dengan Maruarar Sirait guna membahas teknis implementasi kebijakan tersebut. Hal ini dilakukan agar aspirasi masyarakat, khususnya kalangan pekerja dan sektor informal, dapat diakomodasi secara konkret dalam program perumahan nasional.

“Ini termasuk dengan masalah perumahan 3 juta rumah, mungkin kita akan juga cari waktu, mungkin berbarengan atau lain waktu dengan Menteri Perumahan yang punya program supaya tadi bisa harapan-harapan kepada, ya mungkin berapa persen persentasenya itu kemudian untuk diaplikasikan kepada buruh-buruh yang tadi disampaikan agar bisa mendapat rumah dengan layak,” kata Dasco saat menerima audiensi massa buruh di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.

Pernyataan tersebut muncul setelah Dasco menyerap aspirasi dari berbagai elemen masyarakat, termasuk Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria, Dewi Kartika, yang menekankan pentingnya integrasi program perumahan dengan agenda reforma agraria. Ia menilai bahwa kebijakan pembangunan hunian harus mampu menjangkau seluruh kelompok rentan, tidak hanya buruh tetapi juga petani dan nelayan.

“Harusnya 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, apakah itu buruh, apakah itu petani, apakah itu nelayan, itu harus menjadi bagian dari kerangka reforma agraria, baik di pedesaan maupun perkotaan,” ujar dia.

Lebih lanjut, Dewi menegaskan bahwa program perumahan tidak cukup hanya berfokus pada skema pembiayaan ringan, tetapi juga harus memastikan pemenuhan hak dasar atas hunian yang layak serta akses terhadap sumber penghidupan.

“Jadi bukan sistem, apa, cicilan, hanya karena cicilan, oh suku bunganya rendah, itu bukan reforma agraria kalau tidak ada pemenuhan hak dasar perumahan yang layak dan akses yang lebih mudah kepada sumber kehidupan,” kata Dewi.

Program pembangunan 3 juta rumah yang digagas pemerintahan Prabowo Subianto merupakan salah satu langkah strategis dalam mengatasi kemiskinan ekstrem sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Melalui skema bantuan cicilan yang terjangkau, pemerintah berupaya memastikan masyarakat berpenghasilan rendah dapat memiliki hunian layak.

Selain itu, proyek pembangunan berskala besar ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya melalui penguatan sektor konstruksi dan infrastruktur di berbagai wilayah Indonesia.

Olahraga

Klasemen Super League Memanas, Persib Masih Teratas Dikejar Borneo FC

Klasemen Super League Memanas, Persib Masih Teratas Dikejar Borneo FC

Jakarta, kameranusantara.id - Persaingan di Indonesia Super League kian sengit setelah pekan ke-28 rampung. Persib Bandung masih bertahan di puncak

Advertisement