Kameranusantara – Prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali mendapat penilaian positif dari Bank Dunia. Lembaga tersebut menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 menjadi 5,2 persen, naik 0,5 poin persentase dari proyeksi sebelumnya sebesar 4,7 persen.
Dalam laporan terbarunya, Bank Dunia menilai kuatnya permintaan domestik menjadi salah satu faktor utama yang menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia. Percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga tercatat ikut memengaruhi konsumsi dan belanja pemerintah pada awal 2026.
Kinerja tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,4 persen pada semester I 2026. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 5,1 persen pada 2025 dan menjadi salah satu capaian yang mendukung revisi proyeksi Bank Dunia.
Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia, Franziska Lieselotte Ohnsorge, menyebut permintaan domestik menjadi kekuatan yang membedakan kinerja Indonesia dengan sejumlah negara lain di kawasan.
Percepatan MBG menjadi salah satu bagian dari peningkatan aktivitas belanja pemerintah pada awal tahun. Program tersebut berjalan bersamaan dengan momentum Ramadan dan Idul Fitri yang lebih awal serta pencairan THR bagi ASN. Faktor-faktor tersebut turut mendorong aktivitas konsumsi dan belanja pada periode tersebut.
Meski prospek pertumbuhan meningkat, Bank Dunia tetap menyoroti sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan. Defisit transaksi berjalan diproyeksikan melebar menjadi 1,5 persen terhadap PDB pada 2026. Sementara dalam jangka menengah, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan semakin membutuhkan dukungan investasi swasta seiring berkurangnya stimulus fiskal.
Di sisi lain, proyeksi pertumbuhan Indonesia sebesar 5,2 persen masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan Asia Timur dan Pasifik yang diperkirakan sebesar 4,5 persen.
Dengan proyeksi tersebut, penguatan konsumsi domestik, efektivitas program pemerintah, serta peningkatan investasi menjadi faktor penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!