El Nino Tingkatkan Risiko Karhutla, Papua Tengah Perkuat Penanganan

El Nino Tingkatkan Risiko Karhutla, Papua Tengah Perkuat Penanganan

Nabire, kameranusantara.id - Pemerintah Provinsi Papua Tengah memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menghadapi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat kondisi El Nino.

Rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Papua Tengah pada Minggu (23/8/2026) diikuti unsur Forkopimda, para bupati dari delapan kabupaten, serta sejumlah instansi vertikal, termasuk BMKG.

Asisten III Setda Papua Tengah Victor Fun mengatakan pemerintah menyusun langkah penanganan berdasarkan pembagian tugas masing-masing daerah dan instansi.

"Rapat ini dilakukan untuk mencari solusi serta langkah penanganan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Papua Tengah," kata Victor.

Menurutnya, pemerintah kabupaten menjadi garda terdepan apabila kebakaran masih dapat ditangani dengan kemampuan daerah. Namun, ketika api meluas dan membutuhkan dukungan tambahan, pemerintah kabupaten dapat meminta bantuan kepada pemerintah provinsi.

Penanganan karhutla dilakukan bersama BPBD, pemadam kebakaran, TNI, dan Polri. Keterbatasan sarana dan prasarana menjadi salah satu kendala karena titik kebakaran tersebar di sejumlah wilayah.

Hotspot Naik Tajam

Kepala BMKG Nabire Husein Kamadi mengatakan jumlah titik panas di Papua Tengah mengalami peningkatan signifikan. Pada periode 10-19 Agustus 2026 tercatat sekitar 224 hotspot. Angka itu kemudian naik menjadi sekitar 779 titik berdasarkan data pembaruan terakhir.

Di Kabupaten Nabire saja, BMKG mencatat 356 hotspot per 22 Agustus. Rinciannya, 70 titik masuk kategori kepercayaan rendah, 272 sedang, dan 14 tinggi.

Husein menjelaskan peningkatan tersebut berkaitan dengan rendahnya curah hujan dalam tiga dasarian terakhir sehingga kondisi wilayah menjadi lebih rentan terhadap kebakaran.

Asap Berpotensi Ganggu Kesehatan

Kondisi kering juga meningkatkan risiko penurunan kualitas udara di Nabire. Meski Papua Tengah belum memiliki stasiun khusus Global Atmosphere Watch (GAW), BMKG menilai secara visual kondisi udara mulai terpengaruh asap dan debu.

Partikel di udara berpotensi bertahan lebih lama ketika hujan belum turun. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

BMKG mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, termasuk membuang puntung rokok sembarangan. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api kepada BPBD atau instansi terkait.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengajak seluruh pihak memperkuat pencegahan dan penanganan karhutla agar peningkatan hotspot tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. (kls)

Olahraga

Argentina Melaju ke Final Piala Dunia 2026, Messi Soroti Semangat Juang Albiceleste

Argentina Melaju ke Final Piala Dunia 2026, Messi Soroti Semangat Juang Albiceleste

Kameranusantara.id - Kapten Tim Nasional Argentina, Lionel Messi menyampaikan keberhasilan Albiceleste melaju ke final Piala Dunia 2026 merupakan

Advertisement