Indef Dorong Integrasi Industri Halal dan Keuangan Syariah untuk Perkuat Ekonomi Nasional

Indef Dorong Integrasi Industri Halal dan Keuangan Syariah untuk Perkuat Ekonomi Nasional

JAKARTA, kameranusantara.id  – Integrasi antara industri halal dan sektor keuangan syariah dinilai menjadi kunci untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia. Selama ini, kedua sektor tersebut masih berjalan sendiri-sendiri sehingga potensi pengembangannya belum optimal.

Kepala Center for Sharia Economic Development (CSED) Indef, Nur Hidayah, mengatakan industri halal berperan menciptakan aktivitas ekonomi, sementara keuangan syariah menyediakan pembiayaan dan investasi. Namun, hubungan keduanya masih belum terbangun secara kuat.

Menurutnya, pengalaman sejumlah negara menunjukkan bahwa keberhasilan ekonomi halal sangat ditopang oleh sinergi yang erat antara sektor produksi halal dan lembaga keuangan syariah.

“Industri halal dan keuangan syariah seharusnya menjadi satu ekosistem yang saling mendukung, bukan berjalan secara terpisah,” ujarnya dalam diskusi virtual bertajuk SGIE Indonesia Merosot: Evaluasi Kebijakan dan Industri Halal Nasional, Senin (8/6/2026).

Nur Hidayah menilai sektor keuangan syariah di Indonesia belum mampu menjadi sumber pembiayaan utama bagi industri halal, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Akibatnya, banyak UMKM bersertifikat halal masih mengandalkan pembiayaan dari lembaga keuangan konvensional karena dinilai lebih mudah diakses dan kompetitif.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan ekosistem halal belum sepenuhnya mencakup aspek pembiayaan. Selama ini, kebijakan halal lebih banyak berfokus pada sertifikasi produk dan proses produksi, sementara dukungan terhadap rantai pembiayaan syariah masih terbatas.

Untuk mengatasi hal itu, Indef mendorong pemerintah menghadirkan kebijakan afirmatif dan berbagai insentif guna memperkuat peran lembaga keuangan syariah dalam mendukung pelaku usaha halal, khususnya UMKM.

Di sisi lain, potensi ekonomi syariah Indonesia dinilai sangat besar. Indonesia saat ini menjadi salah satu pemain utama dalam ekonomi halal global, terutama di sektor makanan halal, fesyen Muslim, keuangan syariah, serta produk halal lainnya.

Nilai ekspor produk halal nasional juga terus menunjukkan tren positif. Pada periode Januari hingga Oktober 2024, ekspor produk halal Indonesia tercatat mencapai sekitar 41,42 miliar dolar AS dengan surplus perdagangan sekitar 29,09 miliar dolar AS. Kontributor terbesar berasal dari sektor makanan olahan, disusul fesyen Muslim, farmasi, dan kosmetik.

Sementara itu, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) mencatat ekosistem industri dan rantai pasok halal telah menyumbang sekitar 27 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional atau setara Rp4.900 triliun.

Dengan besarnya potensi tersebut, integrasi industri halal dan keuangan syariah dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing ekonomi nasional sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha halal di Tanah Air. (kls)

Olahraga

Klasemen Super League Memanas, Persib Masih Teratas Dikejar Borneo FC

Klasemen Super League Memanas, Persib Masih Teratas Dikejar Borneo FC

Jakarta, kameranusantara.id - Persaingan di Indonesia Super League kian sengit setelah pekan ke-28 rampung. Persib Bandung masih bertahan di puncak

Advertisement