Jakarta, kameranusantara.id – Pemerintah menargetkan nilai investasi nasional mencapai sekitar Rp2.500 triliun pada 2027. Hilirisasi menjadi salah satu sektor utama yang diharapkan mampu menopang pencapaian target tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan target investasi itu telah disiapkan pemerintah untuk tahun depan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Big Downstream Insight, Selasa (6/10/2026).
Menurut Airlangga, sebagian investasi akan diarahkan untuk pengembangan industri hilir. Sektor mineral dan batu bara menjadi salah satu bidang yang diprioritaskan, termasuk pengembangan industri logam.
Pemerintah menilai hilirisasi memiliki peran penting karena dapat meningkatkan nilai tambah komoditas sebelum dipasarkan. Kebijakan tersebut juga diharapkan mendorong penguatan industri nasional dan ekspor.
Hingga semester I 2026, realisasi investasi hilirisasi tercatat sekitar Rp300 triliun. Angka itu meningkat 6,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sektor mineral menjadi penyumbang terbesar dengan nilai investasi sekitar Rp206 triliun. Pemerintah melihat potensi sektor tersebut masih cukup besar untuk dikembangkan dalam beberapa tahun ke depan. (kls)
Selain mineral, pemerintah telah menyiapkan peta jalan hilirisasi terhadap 28 komoditas yang tersebar di delapan sektor. Program tersebut diproyeksikan membutuhkan investasi hingga US$618 miliar sampai 2040.
Melalui program hilirisasi tersebut, pemerintah menargetkan nilai ekspor dapat meningkat hingga US$857 miliar pada 2040. Nilai tambah yang diharapkan dari pengembangan industri hilir juga diproyeksikan mencapai US$235 miliar.
Target investasi 2027 tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat struktur ekonomi melalui peningkatan investasi, pengembangan industri pengolahan, serta penciptaan nilai tambah di dalam negeri. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!