Teheran, suaramerdeka.com - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mendesak komunitas internasional, khususnya Dewan Keamanan PBB, untuk segera bertindak mengutuk serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayahnya.
Desakan itu disampaikan Araghchi saat melakukan pembicaraan via telepon dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, pada Minggu (5/4). Dalam percakapan tersebut, ia menyoroti serangan yang disebutnya telah berlangsung selama lebih dari sebulan.
Araghchi menuduh serangan berulang telah menyasar berbagai fasilitas sipil, termasuk rumah sakit, sekolah, kawasan permukiman, hingga infrastruktur industri dan fasilitas nuklir. Ia menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan prinsip kemanusiaan.
Selain Dewan Keamanan PBB, Iran juga meminta Badan Energi Atom Internasional untuk mengambil sikap tegas serta mendorong proses hukum terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab.
Di sisi lain, Lavrov menegaskan posisi Moskow yang mengutuk aksi militer terhadap Iran. Ia menekankan pentingnya penghentian segera serangan terhadap target sipil, termasuk fasilitas vital seperti pembangkit listrik.
Rusia juga mendorong semua pihak untuk mengedepankan jalur diplomasi guna mencegah konflik meluas di kawasan.
Percakapan kedua diplomat terjadi di tengah meningkatnya ketegangan, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras terhadap Iran terkait penutupan jalur energi strategis di kawasan Teluk. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!