Kameranusantara.id - Di tengah derasnya arus globalisasi yang kerap mengaburkan identitas bangsa, TNI Angkatan Darat (TNI AD) terus berupaya menjaga “akar” kebangsaan melalui program Kampung Pancasila. Program yang digagas Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak ini bukan hanya sekadar program administratif, tetapi menjadi gerakan kultural untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong, toleransi, dan kemandirian ekonomi hingga tingkat desa.
Dengan visi membangun jiwa, bukan sekadar fisik, Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menekankan bahwa pembangunan desa tidak boleh hanya berorientasi pada capaian infrastruktur semata. “Kami tidak ingin hanya membangun fisik desanya, tetapi juga membentuk jiwa yang berlandaskan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Kami terjun langsung ke lapangan, memantau UMKM, ketahanan pangan, dan mendengar langsung denyut nadi masyarakat,” tegas Kasad dalam berbagai kesempatan.
Program Kampung Pancasila kini berkembang menjadi gerakan nasional. Hingga 2026, akselerasi program terus meluas ke berbagai daerah. Di Surabaya, misalnya, program serupa melibatkan sekitar 12 ribu aparatur sipil negara (ASN) dan pemuda untuk mendampingi ribuan Rukun Warga (RW), menandakan model Kampung Pancasila telah menjadi pola kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat sipil.
Lebih dari Sekadar Administrasi
TNI AD menerapkan standar penilaian ketat agar program Kampung Pancasila tetap berjalan secara nyata dan tidak sekadar formalitas. Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah indikator utama, antara lain:
• Mitigasi Konflik: kemampuan desa menjaga kerukunan dan kedamaian masyarakat.
• Kearifan Lokal: upaya pelestarian budaya dan tradisi pemersatu warga.
• Pemberdayaan Ekonomi: keberhasilan pengembangan UMKM dan ketahanan pangan.
• Sinergi: kualitas kerja sama antara Kodim, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan warga.
Metode evaluasi dilakukan secara menyeluruh melalui online monitoring dan field visit atau kunjungan lapangan sehingga setiap penghargaan benar-benar merepresentasikan kondisi riil di masyarakat.
Penghargaan Kasad Award Kampung Pancasila menjadi bentuk apresiasi tahunan atas keberhasilan daerah dalam menjalankan program tersebut. Pada 2025, Desa Canggu, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, yang berada di bawah pembinaan Kodim 0809/Kediri Kodam V/Brawijaya, berhasil meraih Juara Umum sekaligus Juara 1 Kategori Pembinaan Ketahanan Pangan.
Keberhasilan tersebut dinilai sebagai hasil nyata sinergi antara Kodim 0809/Kediri, Pemerintah Kabupaten Kediri, dan masyarakat desa yang konsisten menerapkan nilai gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.
Memasuki 2026, program Kampung Pancasila terus memasuki tahap percepatan dan pemantauan lapangan. Hingga Mei 2026, jajaran TNI AD di seluruh Indonesia masih melakukan pembinaan intensif, sementara proses penilaian nasional dijadwalkan mencapai puncaknya pada akhir tahun mengikuti pola sukses penyelenggaraan sebelumnya.
Pentingnya Ketahanan Ideologi
Program Kampung Pancasila dinilai penting karena ketahanan ideologi bangsa sangat berkaitan erat dengan ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput. Kepala BPIP Yudian Wahyudi menilai program ini menjadi jawaban konkret terhadap krisis keteladanan di tengah masyarakat.
Melalui penerapan nilai-nilai Pancasila dalam praktik ekonomi, penguatan UMKM, hingga ketahanan pangan, desa tidak lagi hanya menjadi objek pembangunan, tetapi berubah menjadi subjek pembangunan yang tangguh menghadapi tantangan zaman.
Dengan dukungan berbagai mitra strategis seperti PT Astra International Tbk serta kolaborasi lintas kementerian, Kampung Pancasila disebut menjadi bukti nyata bahwa perawatan jiwa bangsa melalui keteladanan dan gotong royong dari bawah dapat menjadi fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!