Konflik Iran–AS-Israel Berpotensi Tekan Sektor Properti Indonesia

Konflik Iran–AS-Israel Berpotensi Tekan Sektor Properti Indonesia

JAKARTA, kameranusantara.id — Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel diperkirakan dapat memberi dampak tidak langsung terhadap sektor properti di Indonesia, khususnya pada segmen apartemen dan perhotelan.

Head of Research Services Colliers Indonesia, Ferry Salanto, menilai dampak konflik tersebut masih bersifat sementara apabila tidak berkembang menjadi krisis energi global yang berkepanjangan.

Menurut Ferry, kondisi akan berbeda jika konflik memicu lonjakan harga energi dan inflasi. Situasi itu dapat memengaruhi daya beli masyarakat serta pembiayaan sektor properti.

Beberapa segmen properti dinilai paling rentan terdampak, antara lain apartemen kelas menengah atas yang banyak dibeli investor, properti dengan pembelian bersifat spekulatif, serta pengembang yang memiliki tingkat utang tinggi dalam pembiayaan proyek. Selain itu, sektor hotel berbasis kegiatan MICE dan pusat perbelanjaan juga dinilai sensitif karena sangat bergantung pada aktivitas bisnis dan konsumsi.

Segmen properti menengah ke bawah juga berpotensi terdampak karena sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga KPR dan inflasi kebutuhan pokok. Sebaliknya, rumah tapak yang dibeli untuk kebutuhan hunian dinilai relatif lebih stabil karena permintaannya berasal dari pengguna akhir, bukan investor.

Ferry menambahkan kawasan industri yang berbasis aktivitas manufaktur cenderung lebih stabil, terutama jika didukung investasi jangka panjang, meski tetap dipengaruhi kondisi permintaan global.

Ia juga memaparkan tiga skenario yang mungkin terjadi. Dalam skenario dasar, jika konflik tetap terbatas dan tidak memicu lonjakan harga minyak, dampaknya pada pasar properti Indonesia diperkirakan terbatas dan bersifat sementara.

Namun dalam skenario negatif, apabila konflik meluas hingga memicu krisis energi global, inflasi berpotensi meningkat tajam dan suku bunga bertahan tinggi lebih lama. Kondisi itu bisa memperlambat pertumbuhan sektor properti.

Sementara pada skenario positif, jika ketegangan geopolitik mereda dalam waktu dekat, sentimen pasar diperkirakan akan kembali pulih dan aktivitas sektor properti dapat berjalan normal.

Bagi masyarakat yang ingin membeli rumah untuk kebutuhan tempat tinggal, Ferry menilai keputusan tersebut masih dapat dipertimbangkan, terutama jika kondisi keuangan sudah memadai atau terdapat penawaran suku bunga tetap yang kompetitif.

Adapun bagi investor, ia menyarankan fokus pada properti di lokasi strategis dengan fundamental kuat serta menjaga penggunaan pinjaman secara sehat. Hal itu penting mengingat properti bukan aset yang mudah dicairkan ketika pasar mengalami perlambatan. (kls)

Olahraga

Konflik Global Memanas, FIFA Tetap Targetkan Piala Dunia 2026 Diikuti Semua Negara

Konflik Global Memanas, FIFA Tetap Targetkan Piala Dunia 2026 Diikuti Semua Negara

Jakarta, Kamerranusantara.id- Meski dinamika geopolitik global tengah memanas, badan sepak bola dunia FIFA menegaskan keinginannya agar Iran tetap

Advertisement