Menhan: Pembentukan 750 Batalyon Baru Tak Hanya untuk Pertahanan, Juga Tekan Kriminalitas

Menhan: Pembentukan 750 Batalyon Baru Tak Hanya untuk Pertahanan, Juga Tekan Kriminalitas

Jakarta, kameranusantara.id - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan pembentukan 750 batalyon baru hingga 2029 tidak semata ditujukan untuk memperkuat pertahanan negara, tetapi juga mendukung terciptanya keamanan dan stabilitas sosial di berbagai daerah.

Dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Jakarta, Sjafrie menjelaskan kehadiran Batalyon Teritorial Pembangunan di sejumlah wilayah dinilai mampu menekan angka kriminalitas yang selama ini terjadi akibat minimnya kehadiran aparat di tingkat kabupaten dan daerah terpencil.

Menurutnya, sebelum terdapat satuan batalyon di beberapa wilayah, berbagai tindak kejahatan seperti pencurian dan aksi kriminal lainnya relatif lebih tinggi. Namun setelah pangkalan dan satuan teritorial dibangun, tingkat gangguan keamanan disebut mengalami penurunan.

Salah satu peran yang dijalankan prajurit di batalyon tersebut adalah melakukan patroli rutin untuk memperkuat sistem keamanan lingkungan dan meningkatkan pencegahan tindak kriminal.

Selain aspek keamanan, Sjafrie menilai keberadaan batalyon juga dapat memperkuat kohesi sosial masyarakat. Prajurit dengan latar belakang yang beragam diharapkan dapat berinteraksi langsung dengan warga serta membantu menciptakan kehidupan sosial yang harmonis.

"Kehadiran mereka membuat masyarakat merasa lebih aman dan dekat dengan negara," ujar Sjafrie.

Menhan juga menyoroti dampak ekonomi dari pembangunan batalyon di daerah. Menurutnya, ribuan personel yang ditempatkan di suatu wilayah akan ikut menggerakkan aktivitas ekonomi lokal melalui belanja kebutuhan sehari-hari.

Ia mencontohkan, kehadiran satu batalyon dengan sekitar 1.000 personel dapat mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah, mulai dari warung makan, toko kebutuhan pokok, hingga berbagai usaha jasa lainnya.

Tak hanya itu, keberadaan prajurit juga disebut memberikan manfaat sosial di bidang kesehatan. Salah satu program yang dijalankan adalah kegiatan donor darah rutin oleh personel TNI untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Darah yang terkumpul nantinya dapat dimanfaatkan bagi warga kurang mampu tanpa dipungut biaya, sebagai bagian dari kontribusi sosial TNI kepada masyarakat.

Sebelumnya, TNI AD menjelaskan rencana pembentukan 750 batalyon baru terdiri dari 593 Batalyon Teritorial Pembangunan serta 157 satuan bantuan tempur dan bantuan administrasi. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pertahanan sekaligus meningkatkan kehadiran negara hingga ke tingkat daerah.

Olahraga

Klasemen Super League Memanas, Persib Masih Teratas Dikejar Borneo FC

Klasemen Super League Memanas, Persib Masih Teratas Dikejar Borneo FC

Jakarta, kameranusantara.id - Persaingan di Indonesia Super League kian sengit setelah pekan ke-28 rampung. Persib Bandung masih bertahan di puncak

Advertisement